Australia Luncurkan Roket HIMARS Pertama dalam Latihan Perang Bersama AS

Australia Luncurkan Roket HIMARS Pertama dalam Latihan Perang Bersama AS

Roket HIMARS ditembakkan oleh pasukan pertahanan Australia, AS, dan Singapura sebagai bagian dari latihan perang gabungan Talisman Sabre 2025, di Teluk Shoalwater, Queensland, Australia, 14 Juli 2025. REUTERS/Kirsty Needham

Australia, PANRITA.News — Untuk pertama kalinya, Angkatan Darat Australia menembakkan sistem roket jarak jauh HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) dalam sebuah latihan militer besar bersama Amerika Serikat dan Singapura, Senin (14/7/2025).

Roket canggih yang dipasang pada truk lapis baja dan mampu menghantam target hingga 400 kilometer jauhnya, kini menjadi andalan baru di kawasan Indo-Pasifik.

Melansir Reuters, Peluncuran tersebut menjadi bagian dari latihan gabungan berskala raksasa bertajuk Talisman Sabre, yang melibatkan hingga 40.000 tentara dari 19 negara, termasuk Jepang, Prancis, Korea Selatan, dan Singapura.

Latihan ini membentang dari Pulau Christmas di Samudra Hindia hingga Laut Koral di pesisir timur Australia, dengan aksi tembak langsung yang melibatkan jet tempur F-35B dan rudal-rudal canggih dari darat.

Menurut Brigadir Nick Wilson, Direktur Jenderal Latihan Gabungan Tembak-Menembak Australia, ini adalah kali pertama Australia, AS, dan Singapura meluncurkan HIMARS secara bersamaan, sekaligus debut HIMARS milik Australia di wilayahnya sendiri.

“HIMARS akan menjadi bagian penting dari strategi pertahanan kita bersama platform senjata lain, demi menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” ujar Wilson.

Latihan di Teluk Shoalwater, Queensland utara, turut disaksikan oleh Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn dan Kepala Pertahanan Laksamana David Johnston, menegaskan pentingnya momen ini dalam sejarah pertahanan Australia.

Australia berencana memperkuat sistem pertahanannya di utara, termasuk kemungkinan pengerahan HIMARS ke negara-negara tetangga yang memiliki kesepakatan pertahanan. Dua unit peluncur pertama dari total 42 pesanan HIMARS buatan Lockheed Martin telah tiba sejak April.

Pemerintah Australia telah menyiapkan anggaran fantastis sebesar $74 miliar (sekitar Rp766 triliun) untuk pengembangan rudal dan produksi dalam negeri selama 10 tahun ke depan.

Sementara itu, Letnan Jenderal Joel Vowell dari Angkatan Darat AS menegaskan bahwa latihan ini bukan untuk memicu konflik, melainkan sebagai bentuk kesiapan dan pencegahan.

“Tujuan akhir kami bukanlah perang, tapi menjaga kawasan ini tetap aman,” tegasnya.

Comment