Makassar, PANRITA.News – Forum Komunikasi Alternatif Pemuda Sulsel (Formal) menggelar Dialog Akhir Tahun di Warkop Toddopuli, Jl. Pasar Toddopuli Raya, Makassar, Sabtu (28/12/2019) sore.
Bertema “Kaleidoskop 2019 dan Geliat Pembangunan Sulsel 2020”, hadir sebagai narasumber di antaranya, Kadis Komunikasi, Informatika Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Sulawesi Selatan Ir. Andi Hasdullah, Muhammad Fadhil dari Insting Institute serta Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah.
Dialog ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Alternatif Pemuda Sulsel (Formal) yang berlangsung di Warkop Toddopuli, Jl. Pasar Toddopuli Raya, Makassar, Sabtu (28/12/2019) sore.
Pada kesempatan itu, Andi Hasdullah mengawali penyampaian materinya dengan membahas langkah dan capaian pembangunan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman selaku kepala daerah di Sulsel.
Andi Hasdullah mengatakan, untuk mewujudkan daerah yang berkemajuan dan heterogen harus mampu membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, pemuda dan mahasiswa.
Pertama, membuat perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel. Yaitu restrukturalisasi organisasi yang lebih kurus dan efisien. Program ini akan diberlakukan pada tahun 2020.
“Pembangun saat ini harus berbasis elektronik atau digital online, bukan lagi manual. Bahkan diberlakukan proses admistrasi online,” katanya.
Kedua, pelayanan informasi publik dengan aplikasi Baruga Sulsel. Bahkan semua sub admin dipasang di setiap daerah kabupaten dan kota.
Ketiga, belanja bantuan pembangunan daerah dengan menggelontorkan anggaran sebesar 300 juta, dan untuk pada tahun 2020 sebanyak 500 juta.
“Ini dilakukan pak Gubernur sebagai perhatian terhadap kebutuhan daerah, baik pembangunan infrastruktur maupun distribusi sandang pangan,” tambahnya.
Saat ini, sasaran pemprov sulsel menjadikan Seko Kabupaten Luwu Utara sebagai ‘Kota Mandiri’ dengan menggelontorkan dana sebesar 130 milliar.
“Di Seko memiliki daerah yang luas. 10 hektar digunakan sebagai lumbung daging dan selebihnya untuk perkebunan,” tutur Hasdullah.
Kemudian, sambung Hasdullah, pembagunan Rumah Sakit (RS) Regional Habi-Ainun di Kota Parepare. Selanjutnya pengadaan ambulance laut untuk mempermudah pelayanan kesehatan di wilayah kelautan.
Gubernur Sulsel juga fokus pada pengembangan pariwisata yang dikenal dengan wisata terintegritas. Sehingga tempat-tempat wisata di Sulsel menjadi perhatian dunia.
“Saya bukan membangun pencitraan, tapi untuk memperlihatkan kerja nyata,” kata Hasdullah mengutip perkataan Nurdin Abdullah.
Sebelum menutup materinya, Andi Hasdullah menjelaskan bahwa Kaleidoskop diartikan sebagai sebuah teropong. Untuk itu bagaimana meneropong pembangunan baik di sisi SDM maupun SDA di Sulawesi Selatan.

Comment