Jakarta, PANRITA.News — Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Ahmad Zaini (LAZ) diduga menerima uang ratusan juta dari sejumlah proyek di bawah kepemimpinannya.
Hal itu diketahui usai LAZ terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (20/7/2026) siang.
Beberapa jam sebelum ditangkap, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) masih sempat menonton final Piala Dunia 2026.
Lalu Ahmad Zaini menambah rentetah kelam kepala daerah yang ditangkap KPK dalam rangkaian OTT. Dia menjadi kepala daerah ke-11 pada tahun 2026 ini.
KPK saat ini telah menetapkan tersangka terkait OTT LAZ. Namun hingga kini, lembaga anti rasua itu belum mengungkap detail identitas tersangka dan konstruksi perkaranya.
Hal itu disampaikan Jubir KPK Budi Prasetyo. KPK melakukan OTT di wilayah Lombok Barat dengan mengamankan 19 orang, termasuk Bupati LAZ.
Dari jumlah tersebut, 7 orang termasuk Bupati Ahmad Zaini dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.
“Terkait kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Lombok Barat, malam tadi sudah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan,” katanya pada Selasa (21/7/2026).
Budi mengatakan, tim KPK juga mengamankan uang senilai ratusan juta dan sejumlah dokumen dari rangkaian OTT ini Adapun OTT yang menjerat Bupati Ahmad Zaini terkait dengan penerimaan dalam proyek-proyek di Pemkab Lombok Barat.
“Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat. Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah,” ungkap Budi.
OTT yang menjerat Bupati Lombok Barat berawal saat KPK menyegel dua ruang kerja pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Dua ruang yang disegel itu ialah ruang kerja Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPK), Lalu Ratnawo.
Lalu Ahmad sempat nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat hingga subuh. Beberapa jam kemudian, ruang kerja orang nomor satu di Lombok Barat itu justru disegel KPK.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat Akhmad Saikhu mengatakan dia baru mengetahui penyegelan setelah tiba di kantor.
Menurut dia, sebelumnya ia bersama Bupati LAZ dan sejumlah pejabat masih mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di partai final.
“Saya mungkin dalam konteks ini tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita nonton (final Piala Dunia) bareng (Bupati) sampai pagi kita di lapangan, terus setelah itu udah selesai bola pulang kita,” ujarnya.

Comment