Era Baru Smartphone Agentic AI, Bisa Kerja Sendiri Tanpa Buka Aplikasi

StepX Neo, smartphone agentic AI pertama yang diperkenalkan perusahaan AI asal China, StepFun. (Gizmochina)

StepX Neo, smartphone agentic AI pertama yang diperkenalkan perusahaan AI asal China, StepFun. (Gizmochina)

pemkot-makassar

Jakarta, PANRITA.News — Industri teknologi global kembali dikejutkan oleh gebrakan dari China. Startup AI asal Shanghai, StepFun, resmi meluncurkan StepX Neo, sebuah perangkat yang diklaim sebagai smartphone agentic AI massal pertama di dunia.

Berbeda dengan ponsel pintar saat ini yang hanya menyematkan fitur AI sebagai kosmetik atau chatbot terpisah, StepX Neo menjadikan kecerdasan buatan sebagai pusat dari seluruh pengalaman pengguna.

Melalui konsep Agentic AI, pengguna cukup memberikan satu instruksi awal. Sistem kemudian akan merencanakan, menghubungkan berbagai aplikasi, dan menyelesaikan tugas tersebut secara otomatis hingga tuntas tanpa perlu arahan berulang dari pengguna.

Kunci dari kemampuan otonom StepX Neo terletak pada asisten AI bawaan bernama Step Amoo yang terintegrasi langsung ke dalam sistem operasi perangkat. Layaknya asisten pribadi pintar, Amoo dapat diajak berinteraksi dengan bahasa alami.

Hebatnya, untuk seluruh tugas inti, agen AI ini dapat bekerja secara offline tanpa ketergantungan konstan pada koneksi internet, sehingga menjaga privasi data pengguna agar tidak keluar dari perangkat.

Seiring berjalannya waktu, Step Amoo akan mempelajari preferensi dan kebiasaan penggunanya. Jika pengguna sering memesan tiket pesawat dengan kriteria tertentu (misalnya ramah hewan peliharaan) atau sering mengunjungi restoran tertentu, AI akan otomatis memprioritaskan opsi serupa pada perintah berikutnya.

BACA JUGA:  Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8, Disebut Jadi HP Lipat Paling Canggih Tahun Ini!

StepX Neo dirancang untuk menjadi perangkat tangguh bagi para pelancong. Ponsel ini dibekali fitur penerjemahan instan hingga 32 bahasa dan dialek yang mencakup percakapan langsung, panggilan telepon, pesan singkat, hingga teks visual pada papan jalan atau menu restoran melalui kamera.

Saat berada di area tanpa sinyal seluler, ponsel ini tetap mampu menampilkan jadwal transportasi umum dan membuka rencana perjalanan (itinerary) yang tersimpan. Asisten AI-nya bahkan diklaim mampu mengisi formulir bea cukai secara otomatis serta memberikan pengingat waktu check-in penerbangan.

Untuk mendukung fungsionalitas luas ini di China, StepFun telah mengintegrasikan sistemnya dengan berbagai aplikasi populer seperti Alipay (Pembayaran & Keuangan), Didi (Transportasi daring), Meituan (Layanan pesan antar & Restoran), Ctrip (Pemesanan tiket & Hotel), WPS (Produktivitas kantor), serta CapCut (Penyuntingan video).

Mengusung OS dan Arsitektur AI Khusus

(Gizmochina)

Bukan Android atau iOS, StepX Neo berjalan dengan sistem operasi buatan sendiri yang bernama Step AOS.

BACA JUGA:  Indonesia-Tiongkok Kolaborasi Kembangkan Ekosistem AI Kelas Dunia

OS ini dibangun menggunakan teknologi atomic capability engine, yang membagi seluruh fungsi dasar smartphone ke dalam empat kelompok utama: komunikasi, aplikasi, file, dan alat sistem.

Komponennya dirancang ulang dengan mengombinasikan bagian-bagian dari Android, Linux, dan RTOS agar agen AI dapat bergerak bebas mengombinasikan fungsi ponsel.

Guna menangkap intensi pengguna secara akurat, Step AOS dibekali sistem input suara dan visual bernama NUI (Natural User Interface). Seluruh pemrosesan komputasi lokal di dalam ponsel ditenagai oleh Step Edge, model dasar AI (foundation model) ringan yang dioptimalkan untuk perangkat seluler.

StepFun mengeklaim bahwa Step Edge berhasil mengungguli model AI sekelasnya dalam 29 tolok ukur (benchmark) performa.

Hingga saat ini, pihak StepFun belum mengumumkan tanggal rilis global resmi maupun harga ritel untuk pasaran di luar China.

Kehadiran StepX Neo diprediksi akan memaksa para raksasa teknologi seperti Apple, Google, dan Samsung untuk mempercepat pengembangan teknologi agen otonom mereka pada generasi smartphone mendatang.

Comment