Jakarta, PANRITA.News – Jurgen Klopp kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan komentar bernada sinis terhadap Manchester United yang tengah terpuruk di awal musim Premier League 2025/2026.
Setan Merah saat ini terdampar di peringkat ke-14 klasemen setelah hanya mampu meraih dua kemenangan dari enam laga, termasuk kekalahan terbaru dari Brentford. Situasi ini semakin menekan manajer Ruben Amorim yang sejak ditunjuk musim lalu masih kesulitan mengangkat performa tim.
Musim sebelumnya, MU hanya finis di posisi ke-15 Premier League 2024/2025. Derita mereka kian lengkap setelah gagal lolos ke kompetisi Eropa usai tumbang di final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur.
Klopp Keluarkan Sindiran Manchester United
Momen buruk MU tak luput dari perhatian Klopp. Mantan manajer Liverpool yang kini menjabat sebagai Head of Global Football di Red Bull itu tak ragu melontarkan ejekan saat diwawancarai The Athletic.
Ia menegaskan bahwa klub-klub Red Bull dapat menjadi batu loncatan bagi para pemain untuk menuju panggung lebih besar. Namun, Klopp lalu menambahkan dengan nada menyindir,
“tapi jelas bukan lagi Manchester United,” katanya.
“Kami bukan destinasi akhir. Kami bukan Liverpool… atau, seperti dulu, Manchester United. Kamu boleh tulis itu,” ucap Klopp dengan senyum penuh arti.
Jurgen Klopp Tak Lagi Ikuti Liverpool
Sejak meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/2024, Klopp kerap dikaitkan dengan berbagai klub top Eropa. Namun pria asal Jerman itu menegaskan dirinya tidak merindukan panasnya kursi kepelatihan.
Saat ditanya apakah ia masih menonton laga Liverpool, Klopp menjawab lugas, “Tidak sama sekali.”
Ia mengaku lebih menikmati waktu bersama keluarga, berolahraga, hingga bermain dengan cucu-cucunya.
“Saya menonton beberapa pertandingan, tapi tidak ada rasa istimewa. Hidup sederhana jauh lebih menyenangkan. Suatu saat saya akan kembali bekerja, tapi jelas bukan sebagai pelatih,” ujarnya.
Masih Ada Peluang Kembali
Meski menutup pintu untuk saat ini, Klopp tidak sepenuhnya menutup kemungkinan kembali ke pinggir lapangan di masa depan.
“Saat ini saya benar-benar yakin tidak akan melatih lagi. Tapi siapa tahu, mungkin nanti saat usia 65 saya berubah pikiran. Dulu saya bilang 100 persen pensiun permanen, tapi hidup bisa berubah. Yang jelas, sekarang saya sama sekali tidak merindukan pekerjaan itu,” tegasnya.

Comment