PT Bungasari Flour Mills Tanam 1.000 Mangrove dan Gelar Mitigasi Bencana di Pesisir Makassar

PT Bungasari Flour Mills Tanam 1.000 Mangrove dan Gelar Mitigasi Bencana di Pesisir Makassar_1

PT Bungasari Flour Mills Indonesia bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggelar penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Kampung Bahari Nusantara, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (24/9/2025).

Makassar, PANRITA.News – PT Bungasari Flour Mills Indonesia bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar kembali menggelar aksi peduli lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana masyarakat pesisir.

Kali ini, sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Kampung Bahari Nusantara, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan dimulai dengan seremoni di gazebo mangrove, dihadiri tim Bungasari, aparat keamanan dari Babinsa, Babinkamtibmas, Babinpotdirga, Babinpotmal, serta warga setempat dan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Penanaman simbolis mangrove dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kelestarian pesisir.

Tidak hanya menanam, sekitar 40 warga juga mengikuti sosialisasi mitigasi bencana yang dibawakan langsung oleh BPBD Kota Makassar.

Sesi ini ditutup dengan simulasi tanggap darurat menghadapi angin puting beliung, sehingga masyarakat mendapat gambaran nyata langkah-langkah penyelamatan diri.

Koordinator kegiatan, Muhammad Zul Bashar, menjelaskan bahwa program ini sudah dijalankan sejak 2024 sebagai bagian dari CSR PT Bungasari Flour Mills.

“Setiap tahun kami lakukan evaluasi sekaligus menambah ragam kegiatan agar manfaatnya semakin luas. Tujuan kami bukan hanya penghijauan, tapi juga membangun kesadaran bencana,” ungkap Zul melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/9/2025).

Antusiasme warga terlihat jelas. Salah satu perwakilan warga, Bu Jamrud, bersama Ketua LPM, Dinasuddin, menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat.

“Penanaman mangrove bisa jadi benteng alami dari bencana, sementara sosialisasi mitigasi memberi pengetahuan baru bagi kami, terutama pertolongan pertama saat darurat,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Bungasari juga memasang papan arah jalur evakuasi, titik kumpul, dan informasi kebencanaan di sekitar Kampung Bahari Nusantara.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pesisir, menekan emisi karbon, serta meningkatkan ketahanan warga dalam menghadapi risiko bencana.

Comment