Gowa, PANRITA.News — Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Gowa usai baru saja mengikuti kegiatan coaching bertajuk “Transformasi Diri untuk Pelayanan Sosial yang Berdaya dan Bermakna” yang digelar oleh Kementerian Sosial RI secara daring melalui Zoom, Sabtu (19/7).
Coaching ini dirancang untuk mengubah paradigma para pendamping, dari yang hanya menjalankan fungsi administratif menjadi agen transformasi sosial yang aktif dan berdampak.
Tujuan utamanya adalah membentuk sumber daya manusia (SDM) PKH yang kuat secara karakter, adaptif terhadap perubahan, serta visioner dalam mengimplementasikan misi besar Kemensos RI.
“Harapannya, SDM PKH tidak hanya menjadi pendamping program, tetapi menjadi bagian dari transformasi sosial yang sesungguhnya. Mereka adalah perpanjangan tangan Kemensos dalam memberdayakan masyarakat, khususnya KPM PKH,” ungkap Direktur Jaminan Sosial pada Direktorat Jenderal Linjamsos Kemensos RI, Agus Zainal Arifin.
Sementara, Salah satu peserta coaching, Muhammad Fadhil pendamping PKH dari Kabupaten Gowa, mengaku mendapatkan banyak pencerahan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini membuka matanya terhadap pentingnya perubahan dari dalam diri untuk mendampingi KPM dengan lebih empatik dan solutif.
“Coaching ini memberikan energi baru. Saya merasa lebih siap menghadapi tantangan di lapangan. Kini saya menyadari bahwa pendekatan personal yang kreatif dan penuh empati bisa membawa dampak besar bagi pemberdayaan KPM,” tutur Fadhil.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk memaksimalkan potensi diri demi meningkatkan kualitas pendampingan yang bukan hanya menyentuh sisi administratif, tapi juga sisi kemanusiaan dan keberdayaan.
Kegiatan coaching ini, kata Fadhil, menjadi titik balik penting bagi para pendamping PKH. Selain memperkuat semangat kolektif, kegiatan ini juga menegaskan kembali komitmen bahwa pelayanan sosial harus tepat sasaran, berdaya, dan bermakna, demi menciptakan perubahan nyata bagi keluarga penerima manfaat di seluruh pelosok negeri.

Comment