Pinrang, PANRITA.News – Aksi unjuk rasa yang menamai gerakannya sebagai Gerakan Mahasiswa Pinrang Universitas Negeri Makassar di Kabupaten Pinrang, Rabu (11/1/2022)
Dalam aksi yang berlokasi di depan Mall Pinrang dan kantor Bupati Pinrang membawa tiga tuntutan.
“Kami membawa tiga tuntutan yaitu, mendesak Pemda memperhatikan kesejahteraan tenaga guru honorer khususnya usia 35 tahun ke atas dan kesejahteraan petani hingga infrastruktur jalan dan jembatan,” ucap Reihan, Jenderal Lapangan.
Menurutnya hal itu karena kurangnya perhatian Pemerintah Daerah hingga janji politik Bupati Pinrang yang sampai saat ini belum dipenuhi.
“Janji politik bupati pada masa kampanye itu menyelesaikan infrastruktur hingga pemenuhan kebutuhan petani diselesaikan selama 2 tahun. Namun ini sudah tahun ke empat menjabat dan masih terbilang gagal dalam menjalankan janjinya,” jelas Reihan.
Gerakan Mahasiswa Pinrang UNM pun kecewa dengan Bupati Pinrang yang dianggap tidak didengar oleh Bupati.
“Kami tidak hanya membawa tuntutan, tapi kami membawa draf sebagai solusi atas ketimpangan yang terjadi, namun bapak bupati enggan menemui massa aksi,” ungkapnya.
Reihan pun menegaskan akan kembali dengan basis massa yang lebih besar sampai tuntutan dan draf solusi yang mereka tawarkan diterima oleh Bupati Pinrang.

Comment