Promosikan “Miras Gratis untuk Muhammad-Maria”, 6 Karyawan Holywings Jadi Tersangka

Promo Holywings “Miras Gratis untuk Nama Muhammad-Maria”

Promo Holywings “Miras Gratis untuk Nama Muhammad-Maria”

Akun media sosial resmi milik Holywings bikin geger setelah menawarkan minuman beralkohol gratis bagi mereka yang bernama Muhammad dan Maria. Tak ayal kecaman pun datang dari berbagai pihak.

Salah satu pihak yang kecewa atas sikap Holywings adalah Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Tak tinggal diam, GP Ansor langsung mengerahkan pasukan untuk mendatangi sejumlah gerai Holywings di Jakarta.

“Iya (minta ditutup permanen). Kalau tidak ada iktikad baik dan menjamin tidak akan terjadi kembali kami terpaksa harus melakukan ini. Kalau ini tidak ditutup kami akan datang kembali,” ujar Wakil Ketua PW Ansor DKI Sofyan Hadi.

Buntut dari promosi minuman keras (miras) gratis dari Holywings Indonesia untuk orang dengan nama Muhammad dan Maria, adalah penetapan 6 orang karyawannya menjadi tersangka.

Pada Jumat (24/6/2022) petang, Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa 6 orang saksi dari Holywings Indonesia terkait kasus promosi minuman keras (miras) gratis dengan nama “Muhammad-Maria”.

Dalam hitungan jam setelah mereka diperiksa, polisi meningkatkan status hukumnya.

Konferensi pers penetapan tersangka kasus Holywings di Polres Jaksel
Konferensi pers penetapan tersangka kasus Holywings di Polres Jaksel (Karin-detikcom)

“Beberapa orang tersebut kita naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka. Ada enam orang yang kita jadikan sebagai tersangka. Semuanya bekerja di Holywings kawasan BSD,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Budhi Herdi, Jakarta, Jumat.

“Ada beberapa pasal. Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 156 atau pasal 156A KUHP. Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016, yaitu perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Budhi Herdi Susianto.

Tinggalkan Komentar