Jakarta, PANRITA.News – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menyebut jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron sudah lebih tinggi dari varian Delta pada pertengahan 2021.
Meski demikian, menurut Suharyanto yang merupakan Ketua Satgas Covid-19 ini, kasus meninggal akibat terpapar varian Omicron tak setinggi varian Delta.
“Puncak kasus konfirmasi varian Omicron sudah melebihi peningkatan kasus pada bulan Juli 2021 lalu, saat terjadinya puncak varian Delta, meskipun begitu jumlah korban meninggalnya tidak seperti Covid-19 Varian Delta,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Sabtu (19/02/2022).
Untuk mengurangi penyebaran Covid-19, Suharyanto mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan vaksinasi dan patuh menjalankan protokol kesehatan. Menurut Suharyanto, vaksin merupakan benteng utama mencegah penularan Covid-19.
“Vaksin salah satu benteng utama dalam pencegahan Covid-19, namun bukan berarti sudah vaksin tidak akan terkena covid, kita tetap harus menegakan prokes, prokes yang utama adalah makai masker, apapun kegiatannya harus tetap pakai masker,” ujarnya.
Suharyanto berharap masyarakat terus meningkatkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

Comment