Satgas Penanganan Covid-19 Sebut Kasus Naik 40 Kali Lipat dan Kematian 14 Kali Lipat

Omicron Terus Menyebar di Indonesia, Kebanyakan Telah Vaksinasi Lengkap

Illustrasi

Makassar, PANRITA.News – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19 mengkonfirmasi kenaikan kasus covid-19 sejak januari 2022. Bahkan meningkat 40 kali lipat.

“Jika sebelumnya kasus positif mingguan meningkat perlahan dari 1.400 kemudian tiga ribu, kemudian 5.400, kemudian meningkat sebesar menjadi 14 ribu, dan di minggu ini kasus mengalami lonjakan menjadi 56 ribu kasus dalam satu minggu. Jumlah ini meningkat 40 kali lipat dibanding dengan awal Januari,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (02/02/2022).

“Tentunya kenaikan kasus COVID ini sudah seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk kembali merefleksikan kedisiplinan kita terhadap protokol kesehatan,” lanjutnya.

Bersyukurnya, peningkatan kasus tersebut tidak diikuti dengan peningkatan jumlah kematian yang tinggi. Walaupun disebut naik 14 kali lipat, namun angka kematian tersebut jauh lebuh rendah dibandingkan dengan gelombang pertama di tahun 2020.

“Dengan jumlah kasus positif yang sama, nyatanya kematian harian pada saat ini berjumlah 28 kematian, sedangkan pada gelombang pertama lalu kematian mencapai hingga lebih dari 300 orang dalam satu hari,” ucap Wiku.

Wiku mengatakan, bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit saat ini mencapai 13,89 persen. DKI Jakarta jadi provinsi dengan penyumbang terbesar.

“Untuk rata-rata BOR di rumah sakit rujukan di tingkat nasional sebesar 13,89 persen, dengan DKI sebagai penyumbang tertinggi yaitu mencapai 52 persen, disusul Banten 22 persen, Jawa Barat 16 persen,” sebutnya.

Pada 31 Januari 2022, BOR di Wisma Atlet Pademangan dan Rusun Penggilingan mencapai 19 persen. Kemudian, per 2 Februari 2022, BOR di Wisma Atlet Kemayoran sudah capai 61 persen.

“Kabar baiknya, masih ada sebanyak 30 provinsi di Indonesia yang dapat mempertahankan BOR-nya di bawah 10 persen, dan ini perlu terus dijaga,” tutur Wiku. 

Comment