Akhirnya kami sampai
di atas tanah berlumpur
pasir berpendar, dan aroma
baja yang sombong
menindas adekku
Akhirnya kami sampai
membuka semak belukar
terbakar di musim hujan
karena kuasa terbius
emas melingkar
Akhirnya kami sampai
dimana mata kaki
tak bisa berpijak
melintasi kawat berduri
melewati alang-alang
Akhirnya kami sampai
di garis cakrawala kelam
puing-puing bebatuan
dan bekas besi bergerak
mengarahkan moncong
Akhirnya kami sampai
dimana rumahku…
dimana tanah…
tempat padi bersemai
dan anak-anak desa
main petak umpet
(**)
S. Anchi
Enrekang, 27 Januari 2022

Comment