Tangis Andi Sudirman Sulaiman dan Andi Ina Kartika Sari Saat Paripurna Pemberhentian Tetap Nurdin Abdullah

Tangis Andi Sudirman Sulaiman dan Andi Ina Kartika Sari Saat Paripurna Pemberhentian Tetap Nurdin Abdullah

PLT Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat memberikan sambutan pada rapat paripurna DPRD Sulsel, Senin (24/01/2022).

Makassar,  PANRITA.News – PLT Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman tidak mampu menahan haru saat rapat paripurna DPRD Sulsel, Senin (24/01/2022).

Dalam rapat paripurna tersebut, Andi Sudirman Sulaiman diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan secara virtual.

Rapat Paripurna DPRD Sulsel ini memiliki dua agenda penting yakni mengumumkan pemberhentian tetap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Kemudian mengajukan pengusulan pengangkatan Gubernur Defenitif Andi Sudirman Sulaiman kepada Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA:  Gubernur Andi Sudirman Bidik Pasar Lebih Luas Lewat Misi Dagang dan Investasi Sulsel-Jatim

Andi Sudirman tak kuasa menahan air mata dalam menyampaikan sambutannya.Ia mengenang perjuangannya bersama-sama Nurdin Abdullah dalam Pilgub Sulsel 2018.

“Izinkan saya mengucapkan apresiasi dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Bapak Profesor doktor Nurdin Abdullah yang telah menjalankan amanah pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Sudirman.

Ia menegaskan visi misi Prof Andalan pada Pilgub 2018 adalah format visi misi tetap sampai akhir periode.

“Semua memiliki kekurangan termasuk yang sedang membacakan pidato ini. Mari kita berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi pertolongan kepada kita semua untuk mencapai visi misi dan harapan rakyat banyak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur Andi Sudirman Gerakkan 3.060 Desa dan Kelurahan Percepat Penurunan Stunting

Sejumlah anggota DPRD Sulsel yang hadir memberikan tepuk tangan seusai sambutan Andi Sudirman.

Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari yang memimpin rapat paripurna ini pun juga tak kuasa menahan tangis saat menutup rapat paripurna DPRD Sulsel.

Suaranya terbata-bata menutup rapat dan matanya memerah.

Comment