Pakar Sebut 5G di Indonesia Butuh Tiga Tahun Untuk Optimal

Pakar Sebut 5G di Indonesia Butuh Tiga Tahun Untuk Optimal

Illustrasi 5G di Indonesia

Makassar, PANRITA.News – Pakar teknologi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menyebut, penggunaan 5G secara luas di Indonesia baru akan dimulai pada tahun ketiga.

“Biasanya penggunaan secara luas, mulai di tahun ke-3. mulai take off itu,” kata Heru dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (09/01/2022).

Teknologi ini dihadirkan pertama kali oleh Telkomsel pada Mei 2021 lalu, dan kemudian disusul oleh Indosat dan XL Axiata beberapa bulan kemudian.

“Saat ini karena baru pengenal di 2021, 5G baru sebatas perkenalan,” ujar Heru.

“Di 2022 kita harapkan jaringan 5G kian diperluas, sehingga makin banyak pengguna dan luas coveragenya,” lanjutnya.

Namun selain jaringan yang diperluas, Dia juga mengatakan perlu hadir perangkat yang lebih murah agar teknologi ini bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat nantinya.

“Namun, selain jaringan, pelru didukung dengan ponselnya juga yang harganya kian murah sehingga bisa banyak dibeli masyarakat,” tuturnya.

“Kalau harga ponsel masih mahal, memang agak berat. kecuali operator menjual bundling dengan subsidi layanan,” imbuhnya.

Selain perangkat, kehadiran ekosistem yang menggunakan jaringan 5G juga akan membantu pemanfaatan teknologi ini jadi semakin maksimal.

“Hal lainnya, ini juga akan tergantung ekosistem, yang harusnya juga dikembangkan seperti IoT, smart city, AI dan lainnya. Ekosistem harus dikedepankan untuk dibangun bersama agar menjadi killer services,” kata Heru.

Meski demikian, Heru menyebut bahwa layanan utama yang mendapatkan manfaat 5G adalah layanan video dan game.

“Diprediksi layanan data berkecepatan tinggi masih akan jadi unggulan 5G utamanya mendukung video on demand dan sharing video serta gim,” pungkasnya.

Comment