Fakta Omicron, Varian Baru Covid-19 yang Buat Megawati Keluarkan Surat Instruksi

Fakta Omnicorn, Varian Baru Covid yang Buat Megawati Keluarkan Surat Instruksi

Illustrasi

Makassar, PANRITA.News – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan instruksi kepada seluruh kader PDIP terkait kemunculan virus corona varian omicron melalui Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto

Hasto Mengatakan, Megawati langsung memerintahkan seluruh kader partai di Indonesia untuk tanggap terhadap varian Omicron. Instruksi khusus itu berdasarkan surat bernomor 3548 yang dikeluarkan pada 29 November 2021.

“Ibu Mega berpesan jangan anggap remeh varian omicron tersebut karena hal tersebut bisa menggerus imunitas meski sudah divaksin. Jadi yang sudah divaksin tetap hati-hati,” kata Hasto, Selasa (30/11/2021).

Lantas Bagaimana Bahaya Varian Omnicorn Itu?

Dirangkum oleh panrita.news, Omicron telah menjadi Variant of Concern oleh WHO, Varian baru ini dilaporkan memiliki strain atau mutasi yang banyak.

Ilmuwan genom Afrika Selatan mengatakan, Omicron punya mutasi yang luar biasa tinggi, dengan lebih dari 30 protein lonjakan kunci. Hal itu merupakan struktur yang digunakan virus untuk masuk pada sel.

Dengan fakta ini, para ilmuwan khawatir membuat varian baru tersebut bisa lebih menular. Bahkan menghindari kekebalan yang ada.

Fakta lainnya adalah strain Omicron menjadi lebih dominan dengan sangat cepat. Ini agak berbeda dengan varian lain yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

“Yang ini menjadi dominan dengan sangat cepat di Afrika Selatan di wilayah di mana ia ditemukan. Dalam hitungan hari hingga minggu dibandingkan dengan bulan,” kata Dr. Ashish Jha, dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Brown.

“Sekarang, jumlah kasus di Afrika Selatan cukup rendah, jadi bisa juga karena alasan lain, bukan hanya karena lebih mudah menular. Tetapi kecepatannya benar-benar tidak seperti yang pernah kita lihat sebelumnya.”

Sementara itu, pejabat WHO mengatakan bukti awal Omicron menimbulkan risiko infeksi ulang yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian yang masuk dalam VoC sebelumnya.

Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular mengatakan para ilmuwan sedang mencari tahu soal varian tersebut. Termasuk apakah bisa menghindari kekebalan.

Sebagai informasi, Omicron diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan. WHO mengatakan spesimen pada kasus pertama ini dikumpulkan 9 November lalu dan jumlah kasusnya nampaknya meningkat untuk hampir di setiap provinsi.

Tinggalkan Komentar