Anggota Komisi III DPRD Bontang Soroti Pengerjaan Proyek Bedah Rumah

Bontang, PANRITA.News – Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faizal berharap harap proses pengerjaan 197 rumah program bedah rumah di Selambai Loktuan  selesai sesuai target waktu. Dia menyoroti proyek itu karena terkesan lamban.

Hal itu diungkapkan Faizal saat rapat Komisi, Senin (1/11/2021) di Sekretariat DPRD Kota Bontang .

“Ini kan sudah masuk bulan November. Hasil pantauan kami di lokasi baru sekitar 10 rumah yang keliatan pengerjaannya,” ujar Faizal saat memimpin rapat Komisi III DPRD Kota Bontang dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim).

Rapat itu juga mengundang pihak konsultan pengawas proram Kotaku terkait progres Bedah Rumah di Selambai Kelurahan Lok tuan.

Faizal pun mempertanyakan sistem penyaluran anggaran bedah rumah yang masuk ke rekening masyarakat namun tidak dapat melakukan pembelanjaan bahan material secara mandiri.

“Inikan swakelola yah, dananya masuk ke rekening atas nama pemilik rumah, keinginan masyarakat seandainya bisa beli material sendiri, untuk mempercepat prosesnya, kenyataannya kan tidak di lapangan,” kata Faizal.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perkim Zulkifli menjelaskan, variabel penyalahgunaan dan pertanggung jawaban anggaran apabila di kelolah secara mandiri.

“Berdasarkan pengalaman pengalaman yang sudah ada, sangat riskan sekali terjadi penyalahgunaan walaupun tidak semua yah,” cetus dia.

Namun, Zulkifli mengklaim jika penunjukan toko bangunan itu sudah sesuai petunjuk tekhnis (juknis) dari Kementrian PUPR.

“Scara tekhnis mengacu pada juknis fisik  kementrian PUPR Nomor 5 tahun 2021 itu, masyarakat penerima bantuan membentuk kelompok terdiri dari 20-30 unit rumah, ada ketua sekretaris dan bendahara, nanti mereka yang menentukan toko penyuplai material,” bebernya.

Hal yang sama Konsultan pendamping Pogram Kotaku Ahmad Chader. Dia menjelaskan, jika pengalaman penyalah gunaan anggaran bisa terjadi keika penerima manfaat mengelolah anggarannya secara mandiri.

“Iya, alasan utama kami, pengalaman yang terjadi dananya di belanjakan untuk kebutuhan yang bukan peruntukannya untuk bedah Rumah,” Pungkas Ahmad.

Tinggalkan Komentar