Mitigasi Pertagas Jadikan Produk Rumahan Ecoprint Guntung Survive di Tengah Pandemi

Community Development Officer CSR Pertagas, Yanna.

Community Development Officer CSR Pertagas, Yanna.

Bontang, PANRITA.News – Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT. Pertamina Gas (Pertagas) berhasil melewati dampak Pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah Produksi ecoprint oleh Kelompok Perempuan Matahari binaan Sub Holding Gas Pertamina, yang mampu menembus pasar nasional dan merupakan titik keberhasilan program pemberdayaan perempuan.

Kelompok Perempuan Matahari itu memproduksi ecoprint di Kelurahan Guntung, Kota Bontang dengan motif karakter tumbuhan yang khas.

Maryatun, salah satu anggota kelompok perempuan Matahari mengaku bersyukur atas keberhasilan kelompoknya itu, yang mampu memproduksi ecoprint yang berkualitas dan diminati banyak orang bahkan perusahaan.

“Alhamdulillah, selama pandemi Covid-19 ini kelompok kami dapat melewatinya. Beberapa perusahaan memesan masker dalam jumlah lumayan banyak,” ujar Maryatun.

Anggota kelompok perempuan Matahari Kelurahan Guntung, Kota Bontang.

Maryatun menceritakan awal mula terbentuknya kelompok Matahari hingga memulai usaha Ecoprint di bawah Binaan CSR PT. Pertagas.

“Program CSR, PT. Pertagas memberikan modal bantuan awal sebesar Rp.150 Juta, dan menyiapkan sarana mesin. Kelompok kami dibina dengan melakukan pelatihan teknik ecoprint sejak pertengahan tahun 2018 lalu. Kami sangat berterima kasih kepada PT. Pertagas,” tutur Maryatun, Kamis (21/10/2021).

Dia mengungkapkan kenapa kemudian memilih produk Ecoprint sebagai produk usaha kelompoknya.

“Selain karena dapat meraup untung besar tanpa proses yang rumit, juga karena bahan dasar pembuatan mudah didapat. Motif ecoprintnya yang kami produksi dari daun tumbuhan yang kami tanam sendiri. Jadi ada efesiensi dari bahan dasar,” paparnya.

Maryatun mengungkapkan, dari hasil produksi tersebut dia dan 8 orang anggota kelompoknya mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya masing-masing.

“Alhamdulillah, dari kami tidak tau apa-apa sekarang kami sudah bisa membantu perekonomian keluarga. Keuntungan kami bagi. Rata-rata jumlah pembelian produksi perbulan sekarang mencapai Rp. 17jt,” ungkap wanita parubaya itu.

Peran Pendampingan Pasca Produksi Ecoprint Pertagas di Masa Pandemi.

Diketahui, ada tiga titik pendampingan yang di lakukan Sub Holding Gas Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam melakukan program CSR, salah satunya di kelurahan Guntung Bontang Utara, selebihnya kemudian di Sukarahmat, dan Martadinata, Kabupaten Kutai Timur.

Yanna, Comunity Development Officer CSR Pertagas mengatakan, dipilihnya Kelurahan Guntung berdasarkan pemetaan tingkat sosial masyarakat dan lingkungan.

“Ketika kami maping di Kelurahan Guntung, di RT I ini kami temukan belum ada kelompok masyarakat yang membuat kegiatan produktif dan rendahnya kesadaran lingkungan disana,” terang Yanna.

“Tahun pertama dan kedua itu kami lakukan pendampingan managemen organisasi, pembagian peran dan keuangan,” lanjutnya

Sebelum dilakukan pelaksanaan monitoring, kata dia, jumlah penghasilan bersih yang masuk ke kas kelompok terlalu besar sehingga deviden yang dibagi ke pertiap anggota juga kecil.

“Sebelumnya itukan jumlah keuntungan yang dimasukkan dalam kas 70 persen, jadi yang mereka bagi kecil, sekarang dampak ke penghasilannya,” bebernya

Adanya dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah yakni pembatasan kegiatan masyarakat akibat wabah Covid-19, pihak Pertagas intens dalam pendampingan produksi.

“Yang kami lakukan saat pandemi covid-19 ini kami mencoba mitigasi  dengan kerja sama dengan Masyarakat dan online Shop dan pendampingan di sosial medianya,” katanya.

Selain itu, kata dia, pihak Pertagas juga melibatkan agency dalam pengelolaan sosial Media Kelompok Perempuan Matahari secara profesional untuk penguatan Brand produksi dan perluasan pasar.

“Pertagas bahkan menggaet profesional dalam pengeloan sosial media ecoprint untuk rebranding agar jangkauan pasar yang lebih luas dan baik dalam mengelola pesanan dari sosial Media mereka @batikdaonjajar.” pungkas Yanna.

Tinggalkan Komentar