Sambut 17 Juta Dosis Vaksin, Kemenag Sulsel Siap Gelar Pekan Vaksinasi

Makassar, PANRITA.News – Dalam rangka mengantisipasi semakin melonjaknya kasus terpapar Covid-19 saat ini, Kepala Kanwil Kementerian Agama  Prov. Sulawesi Selatan (Sulsel) H.Khaeroni menginisiasi untuk menggelar pekan vaksinasi khusus bagi keluarga besar Kementerian Agama se Sulsel.

Gagasan pekan vaksinasi ini disampaikan Khaeroni pada rapat koordinasi secara virtual, Kamis (29/7) yang melibatkan para pejabat eselon tiga dan empat lingkup Kanwil Kemenag Sulsel dan Kamenag kab./kota, para kepala madrasah, kepala KUA serta pimpinan pondok pesantren dengan total 475 partisipan.

“Hingga saat ini pengendalian penyebaran virus Covid 19 belum stabil dan belum ada tanda-tanda penurunan secara signifikan, oleh karena itu tepat sekali pagi ini kita berduskusi bersama berkaitan dengan penanganan covid 19 ini”, ucap Khaeroni mengawali arahannya.

Dikatakan Khaeroni, ia telah
bertemu secara intensif dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Polri dan TNI serta berbicara banyak tentang Kementerian Agama yang memiliki puluhan ribu siswa, tenaga pendidik dan kependidikan, penyuluh, penghulu, kepala madrasah dan kepala KUA yang sampai saat ini belum divaksin.

Untuk hal ini, kata Khaeroni, dirinya kemudian diminta oleh Pemprov, TNI, Polri dan Kabimda agar segera mengajukan berapa kebutuhan vaksin yang diperlukan oleh Kemenag Sulsel.

Lebih lanjut ia menguraikan bahwa pekan vaksinasi yang dimaksud adalah program vaksinansi secara bertahap selama 5 hari kerja kepada siswa / santri usia 12 tahun keatas, tenaga pendidik dan kependidikan, ASN dan Non ASN secara kesuruhan yang belum divaksin serta penyuluh dan penghulu yang tersebar diseluruh kab/ kota.

Adapun maksud digulirkannya pekan vaksinasi ini, lanjut Khaeroni, adalah sebagai tindakan pro aktiv jemput bola karena menurutnya terdapat 17 juta dosis vaksin yang akan didstribusikan langsung ke kabupaten / kota pada bulan Agustus tahun ini.

Untuk itu, dirinya menegaskan kepada Kepala Kankemenag kabupaten / kota agar melakukan koordinasi dengan Bupati atau Pemda setempat, TNI, Polri atau dinas terkait agar insan Kementerian Agama bisa medapatkan jatah vaksin.

“Program vaksinasi ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Ini mesti didahului skrining apakah seseorang memungkinan divaksin atau tidak, dan juga tentunya melibatkan perangkat pendukung terutama sarana dan prasarana agar dapat berjalan dengan baik dan aman. Untuk itu segera lakukan koordinasi dengan Pemda setempat “, sambungnya.

Kepada seluruh penyuluh, penghulu dan ASN Kemenag Sulsel,  Khaeroni mengimbau agar dapat menjadi duta bagi penanganan covid dan duta sisialisasi vaksin dengan menjadikan dirinya sebagai teladan.

“Tidak ada lagi waktu untuk berdebat virus corona itu ada atau tidak ada, konspirasi atau bukan. Karena faktanya  ada di depan mata kita dan sudah menelan ribuan bahkan jutaan nyawa”, bebernya.
Kepada Kakan Kemenag dan satker dibawahnya, Khaeroni menginstruksikan untuk segera membuat daftar rekapan pegawai dan siswa / santri yang belum divaksin. “Ini penting, by name by addres agar pihak Pemda, TNI atau Polri sebagai penyedia vaksin mengetahui berapa yang kita butuhkan”, urainya.

Pada diskusi secara virtual ini, Kakanwil Khaeroni mewacanakan untuk menjadikan sertivikat vaksin sebagai syarat mutlak bagi ASN Kemenag Sulsel yang akan mengikuti kegiatan termasuk perjalan dinas.

“Saya harap semua pihak bisa bersertifikasi. Bahkan mungkin menjadi syarat wajib demi menjamin bahwa kita smua aman. Jangan menunggu ledakan baru menyalahkan semua pihak”, pungkasnya.

Tinggalkan Komentar