Wali Kota Parepare Minta Pelayan Publik Segera Lakukan Vaksin

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe.

Parepare, PANRITA.News – Pemerintah Kota Parepare terus menggiatkan vaksinasi Covid-19 secara gratis kepada masyarakat.

Di Parepare, terdapat 101.900 orang yang menjadi sasaran vaksinasi tahap pertama. Pertanggal 29 Juni 2021, masyarakat yang telah divaksin mencapai 22,19 persen atau 20.580 orang.

Dan 10,540 orang atau 10,3 persen untuk vaksinasi kedua. Angka ini jauh dari target sasaran vaksinasi.

Karena itu, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe meminta kepada masyarakat yang merupakan pelayanan publik, atau tenaga kesehatan, dan atau masyarakat umum yang berusia 50 tahun ke atas, untuk segera melakukan vaksinasi di Puskesmas terdekat. Dengan cukup membawa KTP untuk dilayani vaksinasi gratis.

Ingatki tetap menerapkan protokol kesehatan selama di lokasi. Mariki’ vaksin, vaksin aman dan halal,” pesan Taufan Pawe,
(1/7/2021).

Perlu diketahui, untuk saat ini seluruh Kecamatan di Kota Parepare berada pada Zona Orange atau kategori sedang dalam penyebaran Covid-19.

Itu menyusul terjadinya peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir. Data per 29 Juni 2021 menyebutkan, ada 24 kasus aktif, dan kontak erat dalam pemantauan 37 orang. Dengan Reproduksi Efektif (Rt) berada di angka 1,73.

Secara keseluruhan kasus terdata hingga saat ini mencapai 1478 kasus, dengan 1405 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 49 orang meninggal dunia.

Pemkot Parepare bergerak cepat menyikapi fenomena ini dengan memperketat dan membatasi aktivitas masyarakat.

Sejak 22 Juni 2021, Pemkot Parepare melalui Satgas Penanganan Covid-19 yang di dalamnya terdapat Forkopimda sudah mengeluarkan Surat Edaran terbaru bernomor 060/43/GT.Covid19 yang mengatur tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Surat Edaran ini berlaku hingga 5 Juli 2021.

Poin-poin penegasan dalam Surat Edaran itu di antaranya aktivitas usaha masyarakat dibatasi hanya hingga pukul 22.00 Wita. Kemudian jumlah pengunjung yang masuk ke area toko maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan demi menghindari kerumunan.

Demikian juga dengan pengelola restoran, rumah makan, kafe/warung kopi, pedagang kaki lima, dan kuliner harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Aktivitas makan dan minum di tempat dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan jumlah pengunjung 25 persen dari kapasitas ruangan.

Tinggalkan Komentar