Komisi II Bontang Sebut Penggunaan Incinerator Jadi Alternatif Pengolahan Sampah

Bontang, PANRITA.News – Penggunaan Incinerator sebagai alternatif pengolahan sampah berbasis kelurahan, diatensi Anggota Komisi II untuk diterapkan.

“incinerator ini bagus, sudah diaplikasikan dibeberapa tempat seperti solo, dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penghasilan,” ujar Suhamo, Selasa (29/6/2021).

Menurutnya, Besarnya sampah yang dihasilkan dari jumlah populasi Bontang yang mencapai 179 Ribu dengan tingkat hunian rumah lebih 50 ribu, cukup tinggi.

“Persoalan sampah ini butuh inovasi dari pemerintah daerah dalam hal ini DLH, saya pikir ini, Komisi II insyaallah support,
dengan adanya incinerator,” terang Suharno.

Komisi II, lanjut Suharno akan melakukan pendalaman bersama DLH dalam penerapan incinerator soal besaran capaian pengurangan sampah.

“Targetnya 2024 capaian pengurangan Sampah dengan sistem Incinerator itu sebesar 30 persen, namun tiap tahun nya akan kami liat progresnya,”

Komisi II melaksanakan Rapat kerja dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PDAM Tirta Taman serta Bapenda, terkait rencana penarikan retribusi persampahan dengan sistem online.melaksanakan Rapat kerja dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PDAM Tirta Taman serta Bapenda, terkait rencana penarikan retribusi persampahan dengan sistem online.

Untuk diketahui Keuntungan penggunaan incenerator adalah kemampuannya untuk mereduksi sebagian besar timbunan sampah dan mampu menurunkan polusi lingkungan akibat penimbunan sampah.

Tinggalkan Komentar