Rencana Penarikan Retribusi layanan Persampahan Bontang akan menggunakan Sistem Baru

Bontang, PANRITA.News – Komisi II DPRD Kota Bontang melakukan Rapat kerja sekaitan rencana penarikan retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan dengan menggandeng PDAM Tirta Taman .

“jadi komisi II masih melakukan rapat kerja dengan stake holder untuk mencari formula, bagaimana tekhnis pelaksanaan penarikan retribusi persampahan dilakukan secara tepat,” ujar Sumaryono, Senin (29/06/2021).

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta taman Suramin, mengungkapkan, Adanya berbagai kendala tekhnis saat melakukan penarikan retribusi persampahan.

“PDAM pernah berurusan dengan Hukum karena dugaan kebocoran pendapatan, ini disebabkan sistem penarikan masih dengan kupon, agar kedepan sistem penarikan retribusi tidak menimbulkan kebocoran pada pendapatan daerah,” jelas Suramin.

Sejak tahun 2016, Pemerintah kota Bontang tidak pelakukan penarikan retribusi persampahan untuk Rumah Tangga, Rumah Sakit, Tempat Usaha dan rumah Makan, Hotel, industri, Pasar dan kantor Pemerintahaan.

Adapun target capaian penarikan retribusi pelayanan persambahan tahun 2020 mencapai Rp.211.436.320 atau mencapai 84,57 persen, sementara tahun 2021 target capaian sebesar Rp.250.000.000.

Sementara simulasi capaian target dengan menggunakan sistem baru, dapat mencapai Rp. 1,228,038,000 dengan target pelanggan PDAM sebanyak 29.239 dikalikan tarif terendah Rp.3.500.

Kepala Seksi Kebersihan dan Pengangkutan Sampah,Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Bontang Syakhruddin menjelaskan, kendala penarikan retrbusi yaitu dasar penarikan persampahan pada perda yang menyebutkan pengangkutan dari sumber sampah hingga Ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“yang sekarang ini, pengangkutan sampah hanya dari Tempat sementara, untuk kedepannya akan diusahakan langsung dari sumber sampah,” jelas Syakhruddin.

“Saya kira dengan adanya sistem yang baru, kami harapkan tidak lagi ada kebocoran pendapatan, karena penarikan retribusi tidak ada lagi menggunakan kupon, namun langsung masuk pada sistem pembayaran PDAM,’” Pungkas Syakhruddin.

Tinggalkan Komentar