Serapan Anggaran Obat dan Vaksin Minim, Dinkes Dicecar Komisi I Bontang

Bontang, PANRITA.News – Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang Abdul Haris, pertanyakan minimnya serapan anggaran Obat Vaksin dengan nilai Pagu Rp. 2,9 Milyar baru terealisasi 0,9 persen pada Triwulan kedua.

“saya liat pengadan obat vaksin itu pagunya 2,9 M realisasi baru nol koma sekian persen, padahal ini sudah bulan Mei, sudah triwulan kedua,” kata Abdul Haris

Komisi melaksanakan rapat dengan mitra kerjanya Dinas Kesehatan Kota Bontang terkait Evaluasi serapan Anggaran, Senin (7/6/2021).

Menurut Abdul Haris, Kepastian waktu vaksinasi saat ini, sering dipertanyakan oleh masyarakat yang ia temui.

“misalnya di RT saya, baru sekian persen lansia yang telah di vaksin, sementara golongan masyarakat lainnya di lingkungan itu, belum ada yang di vaksin selain lainsia,” ujar Haris.

“jika terdapat kendala, ini akan kami luruskan kepada masyarakat, kan begitu ibu bapak yah,” lanjut Haris.

Menanggapi hal itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan dan Keuangan Dinkes Bontang Ahmad Hamid menjelaskan bahwa, pembelian Vaksid Covid adalah wewenang Pemerintah Pusat.

“untuk vaksin covid, itu semua full dari pemerintah pusat pak, jadi kita (dinkes bontang) tidak ada pembelian,” jelas Ahmad Hamid.

Ahmad hamid juga bilang, Jenis kegiatan Obat dan Vaksin pakem dari menu Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“soal nama kegiatan aggaran obat dan Vaksin, itu menu dari SIPD, yang tidak bisa kita hilangkan vaksinnya, pemda tidak ada pengadaan vaksin covid, Pungkasnya.

Tinggalkan Komentar