Forum Mahasiswa dan Pemuda Penggiat Lingkungan Desak Plt Gubernur Sulsel Cabut Izin CV Ricky Pratama

Forum Mahasiswa dan Pemuda Penggiat Lingkungan Desak Plt Gubernur Sulsel Cabut Izin CV Ricky Pratama.

Makassar, PANRITA.News – Sekelompok mahasiswa dan pemuda yang mengatas namakan Forum Mahasiswa dan Pemuda Penggiat Lingkungan melakukan aksi unjuk rasa di depan polda sulsel, mendesak plt Gubernur Sulsel untuk mencabut izin CV. Ricky Pratama, Jumat (04/06/2021).

Cv. Ricky Pratama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengumpulan penyimpanan limbah bahan berbahaya beracun (B3) yang belum mengantongi izin dari kementrian lingkungan hidup, sehingga diduga telah menyalahi Standar Operasional Prosedur (SOP).yang beralamat di Jl. Poros Paccerakkang No. 45 kecamatan Bringkanaya Kota Makassar.

Randy alfitrah selaku koordinator lapangan menyatakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan fakta lapangan dan dokumen izin CV. Ricky Pratama diduga telah menyalahi aturan. 

“Perusahaan ini telah menyalahi SOP yang tercantum pada PP No. 101 Tahun 2014 utamanya CV. Ricky Pratama mengangkut LB 3 menggunakan pengangkut/transporter yang tidak memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau menggunakan transporter illegal,” terangnya.

Apalagi dikatakan CV Ricky Pratama beroperasi cuma berdasar dari Izin yang dikeluarkan melalui pemerintah Provinsi Sulsel.

“Mereka cuma berpedoman pada Izin yang dikeluarkan oleh Pemprov Sulsel bahwa perusahaan ini hanya dapat melakukan pengumpulan dalam skala provinsi tetapi fakta dilapangan perusahaan ini mengambil dan mengumpulkan LB3 dari beberapa provinsi. Harusnya perusahaan ini memiliki izin dari Menteri KLHK untuk dapat mengumpulkan LB3 di beberapa provinsi. Ini jelas sudah menyalahi aturan,” tutup Randy .

Sehingga dengan demikian mereka mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel  untuk mencabut izin pengumpulan/penyimpanan LB3 yang dikantongi oleh CV. Ricky Pratama dan melakukan proses terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukannya perusahaan tersebut. 

Sementara itu Salah satu aktifis lingkungan ahmad Risal mengindikasi bahwa adaanya oknum yang bermain di balik layar sehingga kasus ini tidak terpublis.

“Bagaimana mungkin kasus sebesar ini, aplagi menyangkut lingkungan itu tidak terpublis jadi saya menduga bahwa ada oknum-oknum yang bermain di balik latar,” Ujarnya.

Tinggalkan Komentar