Persahabatan AGH Sanusi Baco dan Gusdur, Berkunjung Saat Subuh Hingga Dorong Vespa Mogok

Makassar, PANRITA.News – Anregurutta KH Sanusi Baco dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik sehingga banyak disayangi masyarakat, dan dikenal dekat dengan berbagai kalangan masyarakat.

AGH Sanusi Baco juga dikenal sangat dekat dengan mantan Presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Sebab sama-sama mengenyam pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

“Saya adalah teman seperjalanan Gus Dur ketika naik kapal menuju Kairo untuk kuliah di sana. Perjalanannya satu bulan dua hari. Membosankan sekali. Untung ada Gus Dur yang selalu bercerita menghibur,” ucap AGH Sanusi Baco beberapa tahun silam.

Persahabatan keduanya terus terjalin baik saat masih kuliah hingga kembali ke tanah air. Karena persahabatan dengan Gusdur jugalah AGH Sanusi Baco bertekad berhikmad untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Kisah persahabatan kedua ulama itupun punya cerita menarik, salah satunya saat Gusdur harus mendorong motor Vespa AGH Sanusi Baco yang mogok saat menjemputnya di Bandara.

“Waktu itu Gus Dur sempat datang ke Makassar. Saya menjemputnya di bandara dengan sepeda motor vespa. Ternyata vespanya mogok, akhirnya saya naik vespa dan Gus Dur yang mendorongnya. Setelah bisa jalan baru kami berkeliling kota Makassar,” ucap AGH Sanusi Baco beberapa tahun silam.

Wafatnya AGH Sanusi Baco juga menyisakan duka mendalam bagi putri sulung Gusdur, Alissa Wahid. Ungkapan duka itu disampaikan langsung Alissa Wahid pada akun twitternya.

“Berduka sangat, ya Allaah…. Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun. Baru merencanakan mengunjungi Beliau, Anregurutta Sanusi Baco sudah dipanggil Allah SWT. Selamat jalan, Gurutta. Allahumaghfirlahu warhamhu wa afihi wa’fuanhu. Alfatihah…,” tulis Alissa dalan akun twitternya @AlissaWahid.

Alissa berkisah kedekatan keduanya terjalin setelah menaiki kapal yang sama menuju Kairo, Mesir, sebagai penerima beasiswa di Universitas Al-Azhar.

“Naik kapal barang 28 hari, kata beliau hiburannya hanya joke-joke Gus Dur. Banyak kenangan di antara mereka. Semoga nanti berkumpul bersama lagi,” ujarnya.

Saat pertama kali mengunjungi AGH Sanusi Baco, kata Alissa, secara khusus dirinya diminta untuk datang setelah shalat subuh, seperti kebiasaan Gusdur yang selalu mengunjungi AGH Sanusi Baco setelah subuh.

“Saya datang pukul 05.00, Anregurutta melarang pulang sampai jam 08.30,” lanjutnya.

Kemudian kunjungan yang kedua kalinya kata Alissa, ketika Sanusi sedang sakit. “Belum sampai sudah ditelpon beberapa kali katanya sudah ditunggu. Sudah diniati hanya sebentar saja, tapi tetap ndak boleh pamit. Kata beliau, mengobati kangen pada sahabatnya, Gus Dur,” bebernya

Tinggalkan Komentar