DPPKB Gencarkan Sosialisasi dan Pembentukan Puspaga di Kota Bontang

Judul : DPPKB Gencarkan Sosialisasi dan Pembentukan Puspaga di Kota Bontang.

Bontang, PANRITA.News – Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) bisa menjadi wadah untuk para orangtua bahkan calon orangtua untuk berkonsultasi mengenai anak dan keluarga. Sebab lingkungan keluarga sangat krusial dan berpengaruh terhadap pola asuh dan tumbuh kembang anak. Orangtua pun dituntut memahami keduanya.

Kepala DPPKB Bahtiar Mabe melalui Dwi Wijiyati Ningsih, Kasi Kualitas Keluarga menyampaikan, Pusat pendidikan keluarga (Puspaga) menjadi peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga, karena yang akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak di kemudian hari.

“Program ini nantinya akan diselenggarakan dan keberadaanya akan ada di 15 kelurahan yang ada di Bontang. Saat ini sosialisasi masih dilakukan di tiga kelurahan di Bontang Barat,” kata Dwi saat memberikan sosialisasi di Kelurahan Telihan Beberapa waktu lalu.

Pembentukan Puspaga sendiri bertujuan agar permasalahan keluarga yang ada di Kota Bontang semakin menurun. Meminimalisir potensi kekerasan dalam rumah tangga menjadi salah satu landasan pembentukan Puspaga tersebut.

“Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera, serta meningkatkan keterampilan menjadi orang tua, keterampilan melindungi anak, dan kemampuan pertisipasi anak semakin meningkat,” sambungnya.

Selanjutnya Puspaga akan menjadi pusat bimbingan keluarga di Bontang. Diharapkan semua kalangan masyarakat agar berkonsultasi semua jenis permasalahan dalam rumah tangga.

“Puspaga bisa konsultasi masalah apapun tentang kelurga, kecuali yang sudah masuk ranah hukum. Kalau untuk pendampingan di ranah hukum kami punya bidang lain untuk mengawal hal itu,” ungkapnya.

Lebih jauh, pihaknya menyebutkan ke depannya profesi yang akan terlibat dalam Puspaga adalah psikolog yang bisa memberikan bimbingan kepada kelurga. Selain psikolog, Puspaga juga tetap memiliki kader yang akan membantu dalam proses konsultasi.

“Nanti akan melibatkan kader dan psikolog untuk pelayanan di setiap puspaga,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar