Komentar Negatif Soal KRI Nanggala 402, Oknum Polisi di DIY Dinonaktifkan

PANRITA.News – Oknum Polisi berinisial F yang bertugas di Polsek Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) kini di nonaktifkan, karena mengeluarkan komentar negatif soal KRI Nanggala 402.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto mengungkapkan, Aipda F sehari-hari bertugas untuk kepentingan pemeriksaan di Polsek Kalasan.

“Sekarang nonaktif sementara,” kata Yuliyanto seperti dikutip dari Kompas.com, selasa (27/4/2021)

Menurut Yulianto, kondisi kejiwaan F akan di periksa karena ada dugaan yang bersangkutan mengalami depresi. Meski demikian, kasus tersebut akan tetap diproses secara etik dan pidana.

Aipda F akan menjalani serangkaian pemeriksaan maraton, setelah ditangkap Bidang Profesi dan Pengamanan Polda DIY.

“Diperiksa di Propam, dan di Krimsus (Dit Reskrimsus) tentang ujaran kebenciannya. Apakah ujaran kebencian itu memenuhi unsur atau tidak, nanti kita lihat. Jadi untuk pidana di Rekrimsus dan etiknya nanti di Propam,” lanjutnya.

Atas perbuatannya, F terancam dijerat Undang-Undang ITE. Selain itu F juga bisa dijerat pidana karena merusak hunungan antara TNI dan Polri.

“Pasti ada tindakannya, bukan hanya kode etik, tetapi juga tindak pidana karena merusak hubungan instansi. Karena saat ini baru berduka,” kata dia.

Atas kejadian itu, Polda DIY juga memohon maaf kepada TNI Angkatan Laut atas ulah oknum anggotanya tersebut.

“Kami juga meminta maaf kepada keluarga besar TNI AL, kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwasanya ada anggota Polsek Kalasan yang telah posting komentar yang membuat perasaan tidak enak membuat kegaduhan di media sosial. Untuk itu Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, kepada TNI AL khususnya, kepada keluarganya, kepada TNI, kepada masyarakat Indonesia,” sebut Yuliyanto.

“Kami yakinkan yang bersangkutan akan menerima konsekuensinya akan dilakukan tindakan yang proporsional untuk yang bersangkutan. Sekali lagi kami berduka atas peristiwa yang dialami oleh KRI Nanggala-402,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar