DPPKB Bontang Dukung Pembelajaran Tatap Muka di Bulan Juli

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bahtiar Mabe.

Bontang, PANRITA.News – Terkait rencana pemerintah menggelar Pembelajaran Tatap Muka dinilai sebagai langkah efektif dalam mengembalikan nuansa belajar murid secara langsung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bahtiar Mabe, menyampaikan apresiasinya karena sudah setahun aktivitas pembelajaran dilakukan secara daring. Tentunya ada plus dan minus dalam menyikapinya. Nilai plusnya dapat membantu pemerintah mengurangi tingkat persebaran virus COVID-19 di lingkungan sekolah, dan negatif nya ialah murid dan guru harus membiasakan diri dengan pembelajaran daring atau tidak tatap muka.

“Saat ini kami apresiasi, kemarin juga saat aktivitas ujian tatap muka saya melihat antusias peserta didik juga sangat baik, mereka juga mendapatkan izin dari orang tua dan yang terpenting harus menjaga protokol kesehatan yang ketat,” kata Bahtiar saat ditemui awak media beberapa waktu yang lalu.

Selanjutnya pihaknya menyampaikan bahwa, setelah setahun tidak bertemu dengan teman sebaya maka perlu persiapan, atau pembekalan secara psikologis juga saat kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali digelar. Anak-anak selama setahun terbentuk dan berada pada kondisi yang akan berbeda-beda jenisnya.

Ada anak dengan kondisi yang sudah ingin kembali ke sekolah untuk bisa mendapatkan pembelajaran langsung dari guru mereka sehingga mereka bisa memahami materi dengan baik.

Ada pula yang ingin kembali ke sekolah untuk segera bertemu teman-teman dan bermain bersama, tetapi ada pula yang mungkin sudah terlalu nyaman dengan pembelajaran daring dan fasilitas lengkap yang mereka miliki di rumah, sehingga justru tidak ingin masuk sekolah.

“Pemerintah dalam hal ini Dinas pendidikan perlu memberikan pelatihan/pembekalan kepada guru, yang nantinya akan dihadapkan dengan pola berfikir baru pasca mereka dirumah saja,” sambungnya.

Pihaknya juga menyampaikan dan berpesan bahwa peran orang tua dalam pembukaan kembali sekolah juga sangat penting. Orang tua murid diharapkan bisa memberikan pemahaman sejak dini sesuai dengan tingkat usia anak terkait bagaimana menjaga protokol kesehatan.

Orang tua juga harus berperan untuk ikut menjaga keamanan anak saat menuju ke dan pulang dari sekolah. Hal itu dapat membantu pemerintah yang dalam hal ini sedang mempersiapkan infrastruktur sekolah yang tentunya akan digunakan di pembelajaran tatap muka Juli mendatang.

“Sinergitas antara semua unsur yang berperan sangat penting, koordinasi, sosialisasi, persiapan sekolah dalam penyiapan sarana/infrastuktur kebersihan, peran orang tua, maupun pihak terkait lainnya penting agar anak bisa belajar aman dan nyaman, dan tidak menimbulkan kluster persebaran virus Covid-19,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar