DPPKB Bontang Gencarkan Pencegahan Stunting

Kepala DPPKB Bontang Bahtiar Mabe.

Bontang, PANRITA.News – Peran BKKBN melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang dalam Pencegahan pencegahan peningkatan penderita stunting.

Disampaikan oleh Kepala DPPKB Bahtiar Mabe, dengan melakukan program Pengendalian jarak dan jumlah kelahiran dengan KB Pasca Persalinan/Post Partum.

Selain itu ada juga program Penyebaran informasi , Menyediakan suplemen gizi dan formula gizi, Pelatihan, Pemberian makanan tambahan, Mengembangkan Ruang ASI
,Promosi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) lokal bergizi.

“Upaya terus dilakukan ditengah pendemi saat ini, dengan menjalankan program yang relevan untuk menekan angka stunting di bontang, salah satunya kontrasepsi kemudian jaraknya bisa lebih dari 36 bulan harapannya. Menggunakan alat kontrasepsi intrauterine device (IUD) ketika dipasang setelah melahirkan,” kata Bahtiar.

Selanjutnya Bahtiar, memberikan pandangan bahwa ada tiga keuntungan IUD tidak sakit, pemasangannya relatif mudah, dan terakhir IUD tidak mempengaruhi ASI.

“Pasanglah IUD post partum atau pasca melahirkan karena memang tidak sakit, memasangnya mudah kemudian tidak menggangu ASI, ini saya kira keuntungan-keuntungan yang sangat baik untuk kemudian kita bisa melakukan menjaga jarak dalam interval kehamilan,” Kata Bahtiar saat dijumpai awak media Kamis, (15/4/2021).

Dia menambahkan, spacing dan stunting menjadi salah satu sebab akibat untuk mengatur jarak (spacing) antara hamil dan melahirkan, atau lebih dari tiga tahun terbukti anak yang dilahirkan tidak stunting.

“Berbeda halnya dengan yang jaraknya kurang dari dua tahun, hampir dua kali lipat kejadian stuntingnya,” ungkapnya.

Kepala DPPKB Bontang Bahtiar berharap, dengan program pengendalian jarak dan jumlah kelahiran dengan KB Pasca Persalinan/Post Partum, bisa mengurangi resiko stunting.

Tinggalkan Komentar