AYP: Ramadhan, Bulan Tempat Dimana Hati Beristirahat

Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerak Bersama Indonesia (YGBI) yang juga merupakan Tokoh Muda Nasional asal Sulsel, Andi Yuslim Patawari.

PANRITA.News – Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti kehadirannya kembali hadir di tengah umat Islam.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerak Bersama Indonesia (YGBI) yang juga merupakan Tokoh Muda Nasional asal Sulsel, Andi Yuslim Patawari mengajak masyarakat agar menyambut ramadhan dengan bersuka cita meski masih dalam suasana pandemi Covid-19.

AYP sapaan akrabnya, menilai bahwa momentum bulan Ramadhan adalah waktu terbaik bagi umat islam untuk mengistirahatkan hati dari kesibukan dunia.

Ramadhan adalah bulan puasa. Bulannya umat Islam untuk tidak makan dan minum. Bulannya umat Muhammad SAW tidak meladeni ego. Paling tidak sejak matahari terbit hingga terbenam.

“Hati ini perlu istirahat. Dari kebahagiaan, kesedihan, dan ketidakpastian antara keduanya. Salah satu tempat peristirahatan hati adalah di bulan Ramadhan,” kata AYP dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Menurut AYP, Hati dalam pengertian fisik adalah organ tubuh inti dan vital manusia. Hati adalah alat ekskresi. Berfungsi sebagai penawar racun sekaligus penghasil protein. Jika ekskresi organ hati bermasalah, maka bermasalah pulalah organ tubuh yang lain.

Hati dalam pengertian psikis adalah sumber ego. Lumbung perasaan. Tempatnya segala kebaikan dan keburukan beserta turunannya berada.

“Jika hati sebagai sumber ego bermasalah. Keras. Maka pribadi yang muncul adalah pribadi yang tidak menyenangkan. Pribadi yang bermasalah dengan nilai-nilai kebenaran dan kesalahan,” kata Dia.

Mantan Ketua DPP KNPI ini menilai, ketika berpuasa kerja organ hati akan istirahat. Istirahat dari kesibukannya ber-ekskresi. Memilah antara senyawa beracun dan tidak beracun untuk tubuh manusia yang ada pada makanan dan minuman yang manusia telan. Dan hal ini diyakini baik untuk kesehatan tubuh.

“Ketika berpuasa kerja hati dalam pengertian psikis-kejiwaan akan istirahat. Istirahat dari kesibukan berkata-kata dan bertindak dalam mengejar kesenangan dunia. Kesenangan yang bisa saja menipu karena dibayang-bayangi oleh nafsu,” jelasnya.

Hati orang berpuasa akan condong lembut karena selalu mengingat Tuhan-nya dalam berkata-kata dan bertindak. Dan hal ini diyakini baik untuk kesehatan jiwa, karena orang yang berpuasa dengan khusyuk hatinya terasa tenteram dan jiwanya tenang.

“Hati yang sehat, hati yang tenteram dan jiwa yang tenang adalah tiga hal yang Islam inginkan untuk pemeluknya. Banyak firman dan hadist yang mengisyaratkan tentang pentingnya mengelola perkara hati dan jiwa manusia. Salah satunya adalah Ketahuilah bahwa dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika baik maka baiklah badanya dan jika rusak maka rusaklah seluruh anggota badanya, ketahuilah itulah hati, HR. Bukhari dan Muslim,” pungkasnya.

“Selamat menjalankan ibadah bulan Ramadhan. Melalui berpuasa di bulan Ramadhan, Insya Allah hati ini menjadi sehat. Hati ini menjadi tenteram karena kesibukannya diganti dengan banyak beribadah dan berdzikir pada Allah,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar