Kisruh Pemilihan RT 38 Berbas Tengah, DPRD Bontang Minta Perwali No 47 Disempurnakan

Bontang, PANRITA.News – Menyikapi Aduan warga soal tekhnis pemilihan ketua RT 38 kelurahan Berbas tengah. Komisi I DPRD Kota Bontang menilai perlunya revisi perwali No 47 tahun 2019 yang mengatur tekhnis pelaksanaan pemilihan RT di Kota Bontang.

“Harusnya pada pasal yang mengatur soal kriteria calon ketua RT tidak mesti dengan pembuktian sertifikat Kepemilikan Rumah atau nama Di PBB,” ujar Muslimin ketua Komisi I usai RDP, Senin (22/3/2021).

Ia berpendapat jika di beberapa wilayah, ada yang penduduknya tidak menginginkan untuk menjadi ketua RT. Namun warga tersebut telah bersepakat menunjuk seseorang walaupun statusnya kontrak.

“Ada kan wilayah walaupun dia cuma ngontrak disana, tapi masyarakat disana menginginkan orang tersebut jadi ketua RT,” katanya.

Untuk diketahui, Dalam perwali No.47 Tahun 2019.terkait petunjuk tekhnis pemilihan Ketua RT disebutkan, syarat syarat untuk menjadi ketua RT yakni bertempat tinggal dan memiliki KTP paling singkat selama satu tahun di RT yang bersangkutan, dan memiliki tempat tinggal yang tetap di RT Yang bersangkutan

Dalam RDP tersebut, Lurah Berbas tengah Muhammad Mahfudz, mengklarifikasi soal status Nursang yang tidak diikutkan dalam pemilihan ketua RT.38 dikarenakan adanya poin dalam perwali No 47 tentang pemilihan ketua RT, yang mengharuskan Calon ketua RT harus bertempat tinggal tetap, dan tinggal minimal 1 tahun.

“Pihak kami telah melakukan klarifikasi soal ini pak ke bagian hukum, bahwa yang dimaksud bertempat tinggal tetap adalah sertifikat dan PBB atas nama yang bersangkutan.” jelasnya.

Sementara itu, Anggota komisi I Abdul Haris meminta kepada penyelenggara pemilihan untuk memperbaiki sistem administrasi, guna mencegah adanya hal yang tidak diinginkan.

“Maaf ini pak, harusnya berkas dan persuratan dapat dibuat sebagai catatan inventarisasi,” ucap Abdul Haris.

“Ini pelajaran yang baik dalam berdemokrasi walaupun cakupan nya pemilihan ketua RT,” sambungnya.

Tokoh masyarakat Berbas tengah H.Sudirman, mengajak kedua belah pihak untuk Menyelesaikan persoalan ini dengan damai.

“Kita selesaikan permasalahan ini dalam rumah tangga kita, saya rasa, arahan komisi I, Lurah dan camat untuk hidup dalam keharmonisan,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar