2026 Air Bawah Tanah Bontang Krisis, Komisi III DPRD Upayakan Sumber Alternatif

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik.

Bontang, PANRITA.News – Komisi III DPRD Kota Bontang, prihatin dengan kondisi ketersediaan serapan air bawah tanah yang kian hari terus menipis, melihat konsumsi air masyarakat Bontang dalam waktu setahun sebanyak 15 juta liter Kubik, dan diperkirakan akan habis hingga 20 tahun mendatang.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik. Ia menyatakan kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kini pihaknya berusaha memaksimalkan solusi tersebut.

“Berdasarkan penelitian LAPI ITB tahun 2006, bahwa bontang 20 tahun akan krisis air. karena kita masih mengandalkan air bawah tanah,” ujarnya, Senin (8/3/2021).

Pihaknya kini sudah melakukan berbagai upaya sesuai fungsinya sebagai legislator. Hal itu guna memastikan regulasi yang akan terkait dengan solusi cadangan air permukaan tanah.

Cadangan air itu telah dipastikan tidak akan mengganggu kondisi air bawah tanah kota Taman. Salah satunya mengupayakan potensi danau bekas tambang PT Indominco.

“Dari sekian kunjungan kerja ke beberapa tempat baik pemerintah kutim dan Kukar terkait dengan ketersediaan air danau karangan Marangkayu dan Bendungan Suka Rahmat, yang memungkinkan adalah danau eks tambang Indominco,” ungkap Abdul Malik.

Hanya saja lanjut politisi PKS ini, untuk mengalirkan air dengan kuantitas 18 Juta Liter tersebut ke kota Bontang tidaklah mudah. Pasalnya mesti ada 12 regulasi mesti dituntaskan terlebih dahulu.

“Bapelitbang Provinsi Kaltim telah membentuk tim tahun 2021 ini untuk mensurvei kelayakan bendungan, apakah kuat menampung air dan cukupkah untuk dialiri kepada 2 wilayah Bontang dan teluk pandan sebanyak 200 liter perdetik,” jelasnya.

Kini DPRD Bontang melalui Komisi III telah berupaya untuk menuntaskan kendala yang ada. Koordinasi dengan OPD terkait hingga Bapelitbang Kaltim juga dimaksimalkan.

“Untuk percepatan itu kami memastikan Bapelitbang Provinsi telah masuk dalam perencanaan. Begitupun dengan Bappenas mesti masuk juga, kalau Bontang aman bisa kita kondisikan dalam RPJMD,” harap Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik.

Tinggalkan Komentar