KSOP Tolak Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Lok Tuan

Kasi Lalu Lintas Laut dan Usaha Kepelabuhan kelas II A Bontang, Agus Suyanto.

Kasi Lalu Lintas Laut dan Usaha Kepelabuhan kelas II A Bontang, Agus Suyanto.

Bontang, PANRITA.News – Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) berikan statement terkait rencana pemuatan batu bara di pelabuhan umum Lok Tuan, Tanjung Laut, Bontang Selatan, Kamis (25/2/2021).

Melalui Kasi Lalu Lintas Laut dan Usaha Kepelabuhan kelas II A Bontang, Agus Suyanto mengatakan pelaksanaan fungsi KSOP yakni, pengawasan, pengendalian serta pembinaan di pelabuhan umum Lok Tuan.

“Untuk saat ini kami belum menerima surat resmi dari PT. Pelindo IV cabang Bontang terkait kegiatan pemuatan batu bara di pelabuhan umum Lok Tuan,” terangnya.

“Tetapi sudah berkembang dimasyarakat bahwa pelabuhan umum akan melaksanakan kegiatan bongkar muat,” jelasnya pada press release. Kamis (25/2/2021).

Lanjut Agus, kesiapan pelabuhan umum Lok Tuan saat ini belum bisa digunakan untuk kegiatan bongkar muat batu bara, dikarenakan belum memiliki conveyor/dermaga ramdoor untuk truck loosing seperti PT. Indominco.

“Kegiatan pelabuhan hanya sebatas turun naik penumpang, bongkar muat cargo, peti kemas dan barang campuran,” bebernya.

Perlu dikaji juga tentang karakteristik pasang surut perairan Lok Tuan cukup tinggi untuk bersandarnya kapal jenis tongkang pengangkut batu bara yang akan memuat batu bara secara truck loosing, tambahnya.

”Batu bara itu bersifat khusus”, katanya.

“Bahkan, seharusnya ada kajian yang lebih mendalam terkait aspek lingkungan yang tertuang dalam dokumen amdal terlebih dahulu. Mengingat jarak antar pelabuhan dengan pemukiman hanya 300 meter,” tegasnya

Jadi, pelaksanaan bongkar muat batu bara sangat tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, tutupnya.

Tinggalkan Komentar