47 Peserta Ikuti LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Gowa Raya

Pembukaan LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Gowa Raya.

Makassar, PANRITA.News – Intermediate Training atau Latihan Kader (LK) II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya resmi dibuka.

Pembukaan kegiatan yang mengangkat tema “HMI dan Khittah Emansipatoris” ini berlangsung di Gedung Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (5/2/20212) sore.

Sebanyak 47 peserta yang dinyatakan lolos mengikuti forum Intermediate Training HMI Cabang Gowa Raya. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan LK II HMI Cabang Gowa Raya juga bertepatan dengan hari kelahiran HMI yang tiap tahun diperingati pada 5 Februari. HMI saat ini memasuki usianya yang ke-47 tahun.

Sementara forum LK II akan berlangsung di Hotel Pasanggarahan, Malino, Kabupaten Gowa selama 9 hari. Sejak tanggal 5 hingga hingga 14 Februari 2021.

Dalam sambutannya, Ketua Umum (Ketum) HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah sangat mengapresiasi seluruh peserta yang berhasil mengikuti forum LK II.

Ia berharap, bagi peserta yang lulus pada tahap penyeleksian atau screening agar bisa memperlihatkan komitmennya. Sebab, perkaderan di HMI merupakan jantung organisasi.

Ardi menyebutkan, HMI telah melahirkan tokoh-tokoh bangsa yang menyebar di nusatara, bahkan sampai pada kanca internasional.

“Suatu kebanggaan tersendiri, sebab HMI telah banyak menyetak kader militan dan loyal demi kemajuan bangsa. Itu tidak lepas dari usaha dan cita-cita luhur yang dimiliki kakanda Lafran Pane dalam mendirikan organisasi ini,” pungkasnya.

Ardi menyebut, pemuda dan mahasiswa harus bisa menjadi poros pembangunan bangsa, terkhusus kader-kader HMI.

“Seperti komitmen HMI, yakni keindonesian dan keislaman, sehingga organisasi ini lahir dengan dua tugas besar. Dan itu menjadi tanggung jawab setiap kader hijau hitam,” tegas Ardi.

Mahasiswa pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) ini juga memperkenalkan Kabupaten Gowa sebagai tanah kelahiran salah seorang penyebar ajaran islam di Sulawesi sekaligus ulama terkenal, yakni Syekh Yusuf.

“Syeikh Yusuf merupakan simbol pejuang intelek, menyebarkan ajaran islam di Sulawesi hingga ke negeri paman syam, dan nama beliau selalu menjadi kebanggaan masyarakat Gowa,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar