Audiensi dengan DLH Tarakan, Greenvironment Indonesia Inisiasi Bank Sampah Berbasis Aplikasi

Gelar Audiensi dengan DLH Kota Tarakan, Greenvironment Indonesia Inisiasi Bank Sampah Berbasis Aplikasi.

Tarakan, PANRITA.News – Greenvironment Indonesia menggelar audiensi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan di Meeting Room DLH Kota Tarakan dalam rangka membahas dan berdiskusi tekait pengelolaan sampah di Kota Tarakan (28/1/2021).

Dalam agenda audiensi diterima langsung oleh Benny Purwanto,S.E, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 dan Rudy, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia serta Edy Pujianto S.P, M.P, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan.

Greenvironment Indonesia yang merupakan komunitas lingkungan hidup yang dimulai pada tahun 2013 yang diinisiasi oleh Pemuda Millenial Paguntaka melakukan upaya mengkampanyekan kembali pola hidup ramah lingkungan atau green life style khususnya di Kota Tarakan sebagai upaya turut andil dalam penyelesaian masalah sampah.

“Masalah sampah di Kota Tarakan hari ini merupakan satu masalah yang cukup kompleks dengan TPA Hakebabu yang sudah overload dan belum adanya TPA baru yang terealisasi. Beban sampah di Kota Tarakan cukup besar yang masuk di TPA perharinya sebanyak kurang lebih 140 ton. Kami dari Greenvironment Indonesia berharap bersama dengan DLH Kota Tarakan dapat terlibat aktif dalam isu lingkungan hidup khusunya limbah padat/solid waste” ujar Rachmat Founder Greenvironment Indonesia.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan menyambut baik dan mendukung hal-hal yang akan dilaksanakan kedepannya bersama dengan Greenvironment Indonesia.

“Kami menyambut baik inisiasi dari adik adik Millenials untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, khususnya berbicara tentang sampah, karena jarang pemuda yang mau turut andil bicara tentang itu” jelas Benny Purwanto, S.E dalam sambutannya.

Sebagai upaya memberikan masukan kepada DLH Kota Tarakan, Greenvironment Indonesia merekomendasikan adanya pengelolaan Bank Sampah berbasis Aplikasi yang dapat diadopsi dari berbagai kota besar di Indonesia yang telah beroperasi dan mampu mengurangi sampah yang sampai ke TPA.

“Kita dapat membangun Bank Sampah Berbasis Aplikasi yang dapat menarik minat millenials dan mampu menciptakan pemuda yang mampu mandiri dengan melakukan greenpreunership atau ecopreunership dan sekaligus mengurangi beban lingkungan” terang Rinaldy sebagai Co-Founder Greenvironment Indonesia.

“Hal itu (Bank Sampah Berbasis Aplikasi) sudah lama ingin direalisasikan oleh DLH Kota Tarakan, cuma karena beberapa kendala dan masa pandemi Covid-19 ini belum mampu direalisasikan. Kedepannya semoga kita dapat realisasikan bersama.” ucap Edy Pujianto, S.P, M.P, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah DLH Kota Tarakan.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Rudy juga menambahkan banyak hal yang dapat dilakukan bersama tetapi butuh konsistensi yang baik, karena sudah banyak komunitas yang terbentuk hanya saja masih kurang kegiatan apalagi kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Menutup forum audiensi itu Rachmat menambahkan bahwa semoga kedepannya Greenvironment Indonesia dapat terlibat aktif dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kota Tarakan dan Bank Sampah Berbasis Aplikasi dapat direlasikan dan dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Tinggalkan Komentar