Korban Meninggal Akibat Gempa Sulbar Bertambah Jadi 90 Orang

Kondisi kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 terlihat dari KRI Teluk Ende-517 di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Arsip CT Arsa)

Kondisi kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 terlihat dari KRI Teluk Ende-517 di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Arsip CT Arsa)

Mamuju, PANRITA.News – Korban meninggal dunia akibat gempa di Sulawesi Barat bertambah menjadi 90 orang hingga Selasa (19/1/2021) pukul 16.00 Wita.

Informasi ini disampaikan Direktur Kesiapsiagaan Badan SAR Nasional (Basarnas) Didi Hamzar dalam konferensi pers daring yang disiarkan channel YouTube BNPB, Selasa (19/1/2021) sore.
 
“Total keseluruhan hari ini menjadi 90 orang meninggal dunia,” kata Didi.

Pencarian terhadap korban gempa masih terus dilakukan pada esok hari. Namun, untuk pencarian besok, Basarnas akan melakukan monitoring dan mobile di wilayah yang dianggap belum maksimal.

Ia mengatakan, pada Selasa, Basarnas telah melakukan pencarian korban di 20 sektor yang tersebar di 4 kelurahan terdampak.

Empat kelurahan di antaranya Kelurahan Binanga, Kelurahan Rimuku, Kelurahan Karema, dan Kelurahan Simboro.

“Dari empat kelurahan tersebut dibagi menjadi 20 sektor pencarian dan 12 titik prioritas pencarian,” ujar dia. 

Sementara itu, tambahan rincian korban meninggal disampaikan oleh Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Sulawesi Barat Brigadir Jenderal TNI Firman Dahlan.

Ia menyebut, korban meninggal gempa Sulbar ada 90 orang dengan rincian di Kabupaten Mamuju 79 orang, dan Kabupaten Majene 11 orang.

“Update terakhir, pada pukul 16.00, korban gempa di Majene dan Mamuju total meninggal dunia ada 90 orang. Dari 90 orang ini terdiri dari Mamuju 79 orang, dan Majene 11 orang,” ucap dia dalam kesempatan yang sama. 

Tinggalkan Komentar