Bontang Krisis Air Bersih, Komisi III DPRD Lakukan Langkah Preventif

Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi III dengan pihak Direksi PDAM Tirta Taman.

Bontang, PANRITA.News – Berkurangnya debit Air sumur dalam yang menjadi prioritas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam penyedian air baku ketersedian air bersih selama ini di Kota Bontang kian mengkhawatirkan.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi III dengan pihak Direksi PDAM Tirta Taman yang juga Dihadiri dinas Pekerjaan Umum Senin 16 November 2020 diruang rapat Sekretariat DPRD kota Bontang.

Abd Malik Wakil Ketu Komisi III bahkan mengingatkan tentang jurnal hasil Kajian ITB tahun 2006 yang menyebutkan jika bontang akan mengalami krisis air bersih 20 tahun kedepan jika tidak mengimbangi dengan penggunaan air permukaan.

“ini sudah tahun 2020, sedangkan penelitian ITB tahun 2006, jadi sisa berapa tahun lagi,” ujar legislator 3 priode ini.

Lebih lanjut abd Malik mencontohkan beberapa keberhasilan beberapa daerah yang berhasil mengelolah air permukan dari kolam air bekas tambang (VOID) dalam ketersediaan air baku.

“di Kutai Timur, IPA Kudungga Sangata 200L/detik.” IPA Bukit Pariaman, Tenggarong Kutai Kartanegara 50L/detik”

Secara kontinuitas Void secara alami akan menampung air hujan dan resapan lingkungan disekitarnya.

PT. Indominco swndiri menawarkan Void yang berisi jutaan kubik air untuk dapat dijadikan air baku dalam ketersediaan Air bersih di Bontang.

meski dalam pengolaannya akan menjalani proses netralisasi dan pemisahan kandungan zat berbahaya hingga layak di komsumsi oleh masyarakat.

Dalam RDP tersebut, Direktur PDAM Tirta taman Suramin, memaparkan slide kegiatan dalam mem follow up rencana penggunaan air permukaan .

Suramin juga secara tegas menjelaskan jika proyeksi ketersedian Air bersih, bukan lagi pada perencanaan jangka panjang perusahaan daerah yang dipimpinnya.

“persoalan ketersedian air baku ini adalah persoalan jangka pendek yang harus jadi perhatian.’ ujar Suramin.

Suramin juga mengapresiasi atensi Komisi III dalam mengawal krisis air bersih ini.

“atensi dari komisi III sangat kami hargai, kami juga mengharapkan dukungan dari semua stake holder”.

pada kesempatan yang sama PDAM Tirta taman mencatat kekurangan debit air yang disebabkan oleh beberapa faktor tekhnis dan alam

“PDAM dalam sehari hanya mampu memproduksi 170 liter/detik, ini kami mines 200 liter/ untuk kebutuhan (Air) Bontang,” Jelas Suramin.

Ketersedian Air bersih akan banyak berpengaruh pada aspek yang lain.

“sebagai contoh, fariable pendukung disebut kota sehat itu, adalah ketersediaan air Bersih,” pungkas suramin.

Tinggalkan Komentar