Bioskop Segera Dibuka, DPRD Makassar Ingatkan Pemkot Makassar Hati-hati

Ilustrasi bioskop. (Istockphoto/dolgachov)

Ilustrasi bioskop. (Istockphoto/dolgachov)

Makassar, PANRITA.News – DPRD Kota Makassar, Sulsel, merespons baik rencana Pemerintah Kota Makassar untuk membuka sejumlah bioskop di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Hanya saja, oleh dewan perlu ada kehati-hatian dari pemerintah terkait dengan risiko yang kemungkinan akan ditimbulkan di tengah wabah Covid-19 yang belum tertangani dengan baik.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir mengatakan, bioskoptidak masalah dibuka, untuk membantu memulihkan kembali ekonomi Makassar.

Kendati demikian, Wahab mengimbau perlu ada kajian yang intens untuk memastikan protokol dapat berjalan dengan semestinya. Ia meminta untuk dikoordinasikan pula dengan Tim Satgas Covid-19.

“Pemerintah sudah pasti harus menghitung untung ruginya, kalau mau dibuka terserah dia sih,” ujar Legislator Golkar ini.

Selain itu, Wahab menambahkan pemerintah harus siap menanggung resiko jika nantinya terjadi klaster baru penularan Corona.

Sementara, Wakil Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso mengatakan upaya ini memang dianggap sangat baik utamanya dalam rangka mengembalikan ekonomi masyarakat yang sempat dirumahkan. 

“Namun perlu ada jaminan dari pemerintah bahwa bioskop-bioskop tersebut harus betul-betul steril dengan menerapkan protokol Covid-19,” kata Andi Hadi.

Tak hanya itu, jika memang hendak dibuka, perlu ada skema dalam hal menjaga jarak pada setiap kursi. “Misalnya dikasih kursinya dia ada jarak-jarak juga dipastikan sudah tidak ada kerumunan, yah boleh-boleh saja sih,” ucap Legislator PKS ini.

Dia melanjutkan bahwa bioskop memiliki karakteristik yang cukup berbeda dengan perhotelan, penerapan protokol Covid-19 di bioskop dianggap cukup sulit sehingga perlu rumusan khusus agar tempat hiburan tersebut dapat tetap beroperasi.

Di Bioskop jarak antar penonton sangat rapat dan sangat bertentangan dengan aturan jarak semeter. Kemudian, banyak orang akan terkumpul dalam satu ruangan, selain itu gelapnya ruangan membuat kondisi sekitar sulit diawasi.

“Di bioskop tidak ada jarak lagi apalagi dimatikan lampunya, banyak muda-mudi inikan pemerintah harus bersikap rasional, jadi pelan-pelan saja, semisal hotel mereka itu bisa nurut, kayak pengantin dia pakai dos-dos saja artinya mereka taat,” ujarnya.

Jangan sampai dengan upaya pembukaan ini tanpa dibarengi kesiapan dari bioskop, justru hanya akan menambah kasus baru diKota Makassar.

“Jadi sebenarnya ini hanya masalah tekniks saja,” kuncinya.

Tinggalkan Komentar