Soal Isu Hajatan Akan Dilarang, Ini Penjelasan Jubir Covid-19 Wajo

Kabid Humas Pemkab Wajo, Supardi

Kabid Humas Pemkab Wajo, Supardi.

Wajo, PANRITA.News — Kasus virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan terus meningkat. Per Minggu (13/9/2020) jumlah kasus sudah 146 orang dengan rincian 3 meninggal, 77 diisolasi, dan 2 dirawat.

Meningkatnya kasus Covid 19 menimbulkan isu Pemerintah Kabupaten Wajo akan melarang penyelenggaraan hajatan. Namun, isu itu ditepis Juru Bicara Satgas Covid 19 Kabupaten Wajo, Supardi saat ditemui di ruangannya, Senin (14/8/2020).

Kabid Humas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Wajo itu mengatakan, untuk saat ini belum ada rencana itu. “Kita masih berpedoman dengan pada Perbup,” katanya.

Supardi menyebutkan saat ini pelbagai upaya dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kita melakukan tracking untuk mendata dan memastikan seluruh kontak erat dapat menjalani pemeriksaan, agar proses tracking berjalan lancar, Satgas Covid-19 meminta kerjasama semua pihak yang telah melakukan kontak erat dengan pasien konfirmasi untuk segera melaporkan diri untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lajut,” jelasnya.

Selain tracking yang dilakukan terhadap orang yang kontak erat, sosialisasi dimasa adapatasi kebiasaan baru (AKB) juga dimassifkan. Bahkan sudah dikeluarkan Perbup tentang Protokol Kesehatan.

“Kepada seluruh masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan segala aktivitasnya, baik aktivitas ekonomi, sosial maupun keagamaan, jangan lupa memakai masker dengan benar, mencuci tangan pakai sabun, dan sedapat mungkin menghindari kerumunan,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar