Anggota DPRD Sulsel Rakhmat Kasjim Dorong Pemuda Lebih Kreatif dan Inovatif

H. Rakhmat Kasjim menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan.

H. Rakhmat Kasjim menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan.

Makassar, PANRITA.News – Legislotar DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) H. Rakhmat Kasjim menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Topaz Raya, Kelurahan Masalle, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Kamis 10 September 2020.

Di depan puluhan peserta dari kalangan pemuda, Rakhmat Kasjim menegaskan bahwa Peraturan Daerah tentang kepemudaan ini merupakan landasan bukti kehadiran pemerintah di Tengah-tengah pemuda.

“Makassar, merupakan episentrum gerakan kepemudaan di Sulawesi Selatan, dan saya yakin dari sekian peserta yang hadir di sini merupakan perwakilan dari para pemuda yang nantinya menjadi harapan masyarakat Sulsel di masa yang akan datang,” ujar legislator dari Partai NasDem ini.

Melalui kegiatan ini, Rakhmat pun mendorong para pemuda agar lebih kreatif dan memiliki Inovasi di tengah tantangan zaman yang semakin sulit dan berkembang.

“Melalui sosialisasi Perda pembangunan Pemuda ini, Kami berharap agar Pemuda bisa memiliki gagasan dan inovasi di masa yang akan datang,” tegasnya.

Pada kesempatan ini juga, hadir sebagai Narasumber dari pengurus DPD KNPI Sulawesi Selatan, Imran Yusuf.

Imran Yusuf menjelaskan kembali tentang peran dan tanggungjawab pemuda yang berlandaskan pada sejarah gerakan kepemudaan di Tanah Air.

Pemuda kata Imran, memiliki peran sentral dalam sejarah bangsa Indonesia hingga saat ini. Mulai dari hari sumpah pemuda hingga persitiwa reformasi, pemudalah yang menjadi penggerak perubahan itu.

“Dalam kesejarahan kepemudaan yang berfraksi kedaerahan yakni ada Jonh celebes, jong java, jong borneo dan lain-lain menjadi dasar persatuan dan kebangkitan pemuda di Indonesia hingga saat ini,” katanya.

Selain itu, Imran mengingatkan akan peran pemuda sebagai sebuah kekuatan moral, disamping sebagai kekuatan moral, pemuda juga sebagai kontrol sosial serta agen perubahan.

“Tanggung jawab pemuda sebagai Agen of change, moral of force serta social of control dalam segala aspek pembangunan bangsa yang ada di sekitarnya,” tambahnya.

Imran juga menegaskan bahwa pemuda berhak mendapatkan perlindungan terhadap berbagai resiko, dan juga berhak mendapatkan manfaat dari pembangunan.

Tinggalkan Komentar