HMI Gowa Raya Gelar Dialog Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

HMI Gowa Raya Gelar Dialog Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

HMI Gowa Raya Gelar Dialog Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Gowa, PANRITA.News – Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environmental Day yang jatuh pada 5 Juni ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 1972 yang dilakukan untuk menandai babak baru dibukanya konferensi tentang lingkungan hidup manusia yang digelar oleh PBB.

Sejak saat itu, setiap tahunnya diperingati hari lingkungan hidup sedunia sebagai pengingat umat manusia diseluruh penjuru bumi untuk dapat lebih peduli dan manjaga kelestarian alam.

Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2020, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya menggelar Dialog Lingkungan Hidup dengan mengusung tema “Kegiatan Pasca Tambang, Masyarakat Dapat Apa?”.

Dengan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 kegiatan ini digelar terbatas di Gaya Kopi Hertasning, Jl. Tun Abdul Razak, Gowa.

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa pemateri yang akan mengupas tema diskusi dengan berbagai perspektif diantaranya, Asri Rasul, S.KM., M.Kes (Kepala Bagian Tata Usaha pada Pusat Pengengalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi), Ir. Jemi Abdullah, M.Si (Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Selatan), Adenan Rasyid, S.T, M.T (Kepala BBWS Jeneberang Pompengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR), Kaharuddin Muji, S.E (Direktur Eksekutif Wakil Foundation), Andi Jaya Adiputra, S.H (Ketua YLC Peradi), Asrul, S.KM., M, Kes (Pengurus Yayasan Lestari Muliah)

Beberapa lembaga bantuan hukum dan lembaga lingkungan hidup pun turut hadir dalam kegiatan ini baik secara langsung maupun via Zoom dan live Instagram diantaranya DPP BAIN HAM RI, Yayasan Gerak Bersama Indonesia (YGBI), Walhi Sulsel,  Lembaga Kajian Bantuan Hukum HMI (LKBHMI) Cabang Gowa Raya, Simposium Sulsel, LBH Garda Nusantara Sulsel.

Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah menerangkan penting untuk memperhatikan masalah lingkungan yang disebabkan oleh pertambangan.

“Di Indonesia hari ini banyak terdapat masalah lingkungan setelah proses penambangan dilakukan diberbagai daerah hingga menyebabkan kerugian hingga korban jiwa. persoalan terkait  Pada saat tambang dibuka, sudah harus dipahami bagaimana menutup tambang dan mengembalikan keseimbangan alam di wilayah tersebut” terang Ardi.

Sementara itu, Ketua Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Gowa Raya, Rachmat Saleh menerangkan bahwa masalah setelah dialog ini akan hadir rekomendasi kepada pemerintah dan penambang untuk menyelesaikan soal terkait penambang liar dan penambang nakal yang melakukan aktivitas tidak sesuai dengan prosedural yang ada.

Suwandi Sultan juga menambahkan selaku Wasekum Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Gowa Raya menegaskan bahwa program reklamasi lahan bekas tambang merupakan program wajib yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan baik swasta maupun non swasta, dimana peraturan kewajiban reklamasi tambang sudah di atur oleh UU No. 4 Tahun 2009 pasal 96 dan diikat oleh PP No. 78 Tahun 2010 pasal 2 ayat 1 tentang Reklamasi Pasca Tambang.

Tinggalkan Komentar