IPPM Pangkep Minta Dinkes Pastikan Penanganan Pasien Covid-19 Sesuai Protap

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep Wahyu Rifki. (Ist)

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep Wahyu Rifki. (Ist)

Pangkep, PANRITA.News – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep Wahyu Rifki meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangkep agar menyikapi dengan serius oknum bidan yang melanggar prosedur tetap (Protap) penanganan pasien.

Hal ini berkaitan dengan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Pangkep yang terus mengalami peningkatan yang signifikan.

“Sudah saatnya pemkab Pangkep lebih memaksimalkan upaya mereka, dan merapikan manajemen penanganan,” ungkap Wahyu dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (7/5/2020).

“Apalagi melihat angka yang ada grafiknya makin naik. Saatnya pemerintah mengambil tindakan yang lebih akuratif,” jelasnya.

Lanjut aktivis mahasiswa ini, langkah yang diambil Pemkab memang sudah ada seperti membuat posko penanganan tapi harus memastikan petugas medis bekerja sesuai protap penanganan agar kejadian yang membuat panik warga yang dilakukan oknum bidan dengan membeberkan hasil tes ke salah satu warga lewat telpon seluler pada senin 4 mei kemarin tidak terjadi lagi.

Diketahui bahwa seorang bidan berinisial UA telah menghubungi seorang warga Kampung Solo Kelurahan Mappasaile Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep via telpon seluler dan membeberkan hasil tes RDT klaster santri.

“Hal itu menurut kami akan membuat kegaduhan warga dan mengakibatkan trauma psikologis pada pasien serta berdampak pengucilan di masyarakat yang belum mendapat sosialisasi dan edukasi pencegahan,” pungkas Wahyu.

“Kami meminta agar dinas kesehatan menyikapi dengan tegas atas kejadian yang dilakukan salah satu anggota tenaga medis tersebut,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar