Mabuk Bawa Parang, Seorang Polisi Tewas Dikeroyok Warga

Ilustrasi pengeroyokan.

Ilustrasi pengeroyokan.

Lampung Tengah, PANRITA.News – Seorang anggota polisi satuan Sabhara, Polres Lampung Timur tewas diduga akibat di keroyok massa

Polisi tersebut diketahui bernama Brigadir Ahmad Jamhari dikeroyok massa di Lampung Tengah, pada Senin dini hari, (3/2/2020).

Informasi yang dihimpun, korban diduga baru pulang menonton hiburan dalam kondisi mabuk dan mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis parang di lokasi.

Korban dikabarkan memberhentikan setiap pemotor yang melintas sambil membacokan parang. Akibat perbuatan tersebut, korban pun dikeroyok dan dianiaya hingga meninggal dunia. 

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad dilansir Detikcom membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar salah satu personil dari Polres Lampung Timur di amuk massa, korban yang sedang melakukan kunjungan ke salah satu daerah, di Kecamatan Seputih, Lampung Tengah, tiba-tiba yang bersangkutan itu sempat mengamuk,” kata Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangannya, Selasa (4/2/2020).

Pandra menyebutkan jika korban diamuk massa diduga karenma sikap korban yang mengamuk, dan dianggap mengganggu ketertiban umum dan membahayakan orang-orang di sekitarnya sehingga akhirnya dihakimi warga.

saat kerjadian disevbutkan jika masyarakat tidak mengetahui jika korban adalah anggota Polri yang bertugas di polres Lampung Timur.

“Korban mengamuk karena diduga menganggu ketertiban umum, membahayakan masyarakat dan penggunaan jalan, dan sejumlah warga melakukan pengeroyokan terhadap korban pada saat yang bersamaan tidak ada yang tahu yang bersangkutan anggota,” ujar Pandra.

Lanjut Padra, saat ini pihak Propam dan Direktorat Reserse Krimknal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung tengah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab Brigadir AJ mengganggu ketertiban umum.

“Apakah sadar atau tidak sadar, kami lihat track record yang bersangkutan. Pasca kejadian tentunya Polres Lampung Tengah bersama Polres Lampung Timur melakukan penyelidikan bersama-sama,” terang Pandra.

Tinggalkan Komentar