Jadi Narasumber LK II HMI, Wabup Sidrap Bahas Agrobisnis

Bupati Sidrap Ir Mahmud Yunus saat menjadi narasumber di Intermediate Training atau LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Sidrap.

Sidrap, PANRITA.News – Wakil Bupati (Wabup) Sidrap Ir Mahmud Yunus berkesempatan menjadi narasumber di Intermediate Training atau LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Sidrap di Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang, Rabu (08/01/2020).

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati membahas “Analisis Kebijakan Pemerintah dalam Mewujudkan Kabupaten Sidrap sebagai Agrobisnis Pangan Nasional”.

Mengawali materinya, Wabub menyinggung soal masyarakat Sidrap yang selalu siap menghadapi perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, khususnya di bidang pertanian.

“Kita liat saja pabrik padi besar di Sidrap, bahkan menggunakan teknologi canggih untuk peralatan pertanian. Contohnya alat penggiling padi dengan kapasitas besar mampu beroperasi menghasilkan 40 ribu hektar sawah. Karena di Sidrap punya sawah yang begitu luas,” katanya.

Ia mengaku bahwa pemerintah kabupaten Sidrap berupaya menyiapkan kebutuhan masyarakat dalam melakukan suatu usaha serta kebutuhan lahan pertanian dan perkebunan.

“Seperti ternak ayam, karena di Sidrap memiliki pabrik beras yang besar, maka biasa dedak padi itu digunakan sebagai makanan ayam, ditambah lagi memberikan jagung dan menyesuaikan obat-obat organik agak hewan ternak tetap sehat,” ucapnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan kemajuan pertanian perlu didukung kemajuan teknologi dengan alat yang canggih, apalagi di Sidrap sedang melakukan perluasan jalan tani dan irigasi sehingga hal ini memudahkan masyarakat tani.

“Petani-petani Sidrap selalu siap menjemput kemajuan teknologi. Di Sidrap memiliki alat panen modern, nah di kabupaten lain jarang punya,”

Terkait isu pemindahan ibu kota negara, kata Mahmud, Sidrap siap menjemput perpindahan tersebut, sebab Sidrap salah satu penyangga pangan terbesar di Sulsel.

“Pastinya kami selaku pemerintah siap menjemput, sebab Sidrap berdekatan dengan Kalimatan. Apalagi Sidrap penghasil beras terbesar di Sulsel. Mana lagi di bidang peternakan dan perikanan,” kata Puang Mammu sapaan akrab Mahmud Yusuf.

Apalagi ketika misalnya terjadi perang dunia ke III, maka Sidrap selalu siap menghadapi hal itu. Karena Sidrap memiliki stok pangan cukup banyak.

“Sidrap tetap siap, tidak perlu ada embargo dan sebagainya, tidak perlu takut, orang disini tetap hidup. Yang pertama ada telurnya, yang kedua ada berasnya dan ketiga ada listriknya tidak perlu ada BBM, jadi Sidrap ini daerah yang subur,” jelasnya.

Bahkan, kata Mahmud, di Sidrap terdapat energi alternatif seperti yang terjadi 800 tahun lalu, akhirnya sekarang ini memiliki kincir angin.

“Biasanya satu tiang itu memiliki 2,5 mega wat dan itu sudah di salurkan ke daerah-daerah di Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Kabupaten Sidrap juga dikenal penghasil terlur terbesar di Sulsel bahkan berskala Indonesia bagian timur. Misalnya, produksi telur di Sidrap setiap harinya mencapai 3.500 juta dari hasil ternak ayam.

“Nah, kalau jumlah sebesar itu dikali dengan dengan harga pasaran, anggaplah dikali seribu bisa mencapai 3,5 milliar per hari, begitu suksesnya peternak ayam,” kata Mahmud disambut tepuk tangan meriah peserta.

Sebelum mengakhiri materinya, Wakil Bupati Sidrap juga mengajak peserta untuk bisa belajar bisnis dan bercocok tanam di kabupaten Sidrap, bahkan pemerintah siap memberi fasilitas.

“Kalau adik-adik mau menjadi peternak handal silakan datang belajar di Sidrap, begitupun dengan potensi pertanian lainnya. Mungkin nanti di terapkan di daerah masing-masing, kami siap fasilitasi itu,” ajak Wabup Sidrap mengakhiri materinya.

Tinggalkan Komentar