Makassar, PANRITA.News – Perpecahan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bukanlah kali pertama terjadi di kepengurusan DPP KNPI yang imbasnya sampai ke Sulsel.
“Dualisme kepemimpinan KNPI pernah juga terjadi Ketum DPP KNPI saat itu pernah ada dua yaitu Aziz Syamsuddin dan Ahmad Doli Kurnia. Ini saya kategorikan dualisme karena hanya satu AD/ART dan SK Kemenhukham yang diperebutkan,” kata Mantan Ketua DPP KNPI, Andi Yuslim Patawari (AYP), di Makassar, Kamis (26/12/2019).
Saat itu kata AYP, memang di DPP KNPI ada dualisme kepemimpinan, tapi di Sulsel tetap satu KNPI yang eksis di bawah kepemimpinan Jamaluddin M Syamsir.
KNPI menjadi satu dengan dilakukan Kongres bersama di Sahid Jaya Hotel dan terpilih Taufan Eko Nugroho Rotorisiko Periode 2011-2014. Ada beberapa tokoh muda Sulsel yang menjadi pengurus DPP KNPI saat itu salah satunya Andi Yuslim Patawari yang juga Pernah menjadi Anggota Dewan Pakar ICMI Pusat.
Lalu kepengurusan Taufan Eko Nugroho melakukan konsolidasi Organisasi dan berhasil menyatukan KNPI sampai di Pengurus Provinsi dan Kabupaten.
Kepengurusan DPP KNPI Taufan Eko Nugroho (TEN) berakhir Periodesasinya dengan melakukan Kongres/ Munas KNPI di Jayapura, Papua.
Hasil kongres KNPI di Jayapura ternyata menjadi terbelah kembali menjadi dua KNPI (Rifai Darus dan Fahd Arafiq).
“Menurut saya pecahnya itu bukan lagi dualisme karena masing-masing mempunyai AD/ART dan SK Kementerian Hukum dan Ham yang mungkin penyebutan namanya berbeda,” jelas AYP.
Adanya musda KNPI Sulsel terpilihnya Kanita Maruddani dan akan dilakukan lagi Musda KNPI yang dilakukan Kubu Haris dengan menunjuk Muhammad Natsir sebagai karetaker ketua KNPI Sulsel adalah sebuah dinamika organisasi yang tentunya menjadi ujian bagi OKP dan Tokoh-tokoh Pemuda Sulsel yang berhimpun di OKP di bawah naungan KNPI sebagai laboratorium kader pemimpin berdasarkan levelnya.
“Sebagai Mantan Ketua DPP KNPI tentu tidak menghendaki adanya Perpecahan karena akan menjadi adu kekuatan untuk melegitimasi kepengurusan di dalam mempertahankan eksistensinya masing-masing,” ujarnya.
Pemerintah Pusat seharusnya menyatukannya kembali walaupun itu bukan pekerjaan mudah karena yang menjadi ketua umum dan Pengurus di DPP KNPI Pusat semuanya mempunyai kekuatan elite.
“Yang terjadi di Sulsel saya rasa juga akan menjadi adu kekuatan elite di kubu masing-masing, maka Pemda Provinsi dan Kabupaten saya rasa harus menyatakan sikap untuk tidak bersikap mendukung atau tidak mendukung salah satunya, saya sarankan lebih baik kita semua duduk bersama untuk menyikapinya meminta saran para senior yang pernah berhimpun di bawah bendera KNPI,” imbaunya.
“Mudah-mudahan Gubernur Sulsel memahami dinamika ini sehingga beliau bisa mengambil sikap agar tidak menjadikan potensi konflik diantara pemuda di Sulsel,” harap AYP.

Comment