Wakil Bupati Nduga Papua Mundur dari Jabatan Karena Warganya Ditembak Aparat

Wakil Bupati Nduga Mundur dari Jabatan Setelah Warganya Ditembak Aparat

Wakil Bupati Nduga Papua menyatakan pengunduran dirinya di hadapan ratusan masyarakatnya.

Nduga, PANRITA.News – Wentius Nimiangge menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Nduga di hadapan ratusan masyarakatnya.

Meskipun masih tersisa 3 tahun masa jabatannya. Wentius mengundurkan diri lantaran kecewa terhadap penembakan warga sipil yang terus terjadi di wilayah pemerintahannya.

Pengunduran diri itu disampaikan di hadapan ratusan masyarakat Nduga di Bandara Kenyam,  Nduga, Papua, pada Senin (23/12/2019) kemarin.

Menurut Wentius, penembakan terhadap warganya, Hendrik Lokbere, merupakan dampak dari banyaknya pasukan yang dikirim oleh negara ke Nduga dalam satu tahun terakhir.

Hal ini juga mengakibatkan ribuan masyarakat Nduga mengungsi.

“Sudah satu tahun terjadi seperti ini, kami (pemerintah daerah) sudah menghadap menteri, DPR RI, Panglima dan Kapolri meminta agar pasukan TNI-Polri yang ada di Nduga segera ditarik agar masyarakat kembali ke kampung-kampung untuk beraktivitas seperti biasaya. Namun sampai hari ini, permintaan kami ini tidak pernah direspons, bahkan penembakan terhadap warga sipil terjadi,” kata Wentius seperti dilansir Wartaplus.com, Selasa (24/12/2019).

Wentius bersama Bupatinya Yairus Gwijangge merasa permintaannya tak didengar oleh pemerintah.

“Permintaan kami tidak pernah digubris oleh pemerintah pusat, lalu untuk apa kami ada? Kami hanya dijadikan boneka oleh pemerintah, maka mulai hari ini saya meletakkan jabatan sebagai Wakil Bupati Nduga, dan mulai hari ini saya akan kembali menjadi masyarakat biasa,” katanya.

Wentius mengatakan, dirinya melepas seragam dinas dan meletakkannya bersama jasad korban penembakan, Hendrik Lokbere.

“Seragam sudah saya buka dan letakkan bersama korban, mulai hari ini saya lepas jabatan wakil bupati, saya tidak ingin menjadi perpanjangan pemerintah di daerah, tapi rakyat saya terus menjadi korban,” kata Wentius.

Tinggalkan Komentar