Jembatan Kemayoran Ambruk Setelah Sehari Diresmikan, Ini Penjelasan Pengelola

Jembatan gantung berwarna kuning yang berbentuk lengkung di Taman Hutan Kota Kemayoran roboh. Kejadian itu terjadi pada Minggu (22/12) sekitar pukul 13.30 WIB. (istimewa)

Jembatan gantung berwarna kuning yang berbentuk lengkung di Taman Hutan Kota Kemayoran roboh. Kejadian itu terjadi pada Minggu (22/12) sekitar pukul 13.30 WIB. (istimewa)

Jakarta, PANRITA.News – Baru sehari setelah diresmikan oleh Kementerian Sekretariat Negara, jembatan yang berada di Hutan Kota Kemayoran roboh.

Padahal, jembatan berwarna kuning dan melengkung itu menghabiskan dana sebesar Rp 5 miliar.

Kejadian robohnya jembatan tersebut terjadi , Minggu (22/12/2019) sekitar pukul 13.30 WIB

Menanggapi peristiwa itu, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran, Medi Kristianto sangat menyayangkan ambruknya jembatan tersebut.

Jembatan lengkung berwarna kuning adalah salah satu fasilitas yang ada di area Hutan Kemayoran.

Medi mengatakan, dana pembangunan jembatan ini tidak bersumber dari anggaran APBD DKI Jakarta.

Jembatan ini dibangun sebagai bagian dari revitalisasi Hutan Kemayoran, dengan menggunakan anggaran dari Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran.

“Jembatan lengkung di area tersebut memang belum dibuka untuk umum,” kata Medi dalam keterangan tertulis, Senin (23/12/2019).

Lebih lanjut Medi menjelaskan pihak PPK Kemayoran masih mendalami kejadian ambruknya jembatan lengkung di area hutan Kemayoran.

Meski jembatan lengkungnya ambruk, pihak PPK Kemayoran memastikan area Utan Kemayoran merupakan lokasi yang aman untuk kegiatan rekreasi masyarakat Jakarta.

Diketahui, area hutan Kemayoran merupakan ruang terbuka hijau seluas 22,3 hektare yang disediakan bagi publik sebagai area konservasi, edukasi, dan rekreasi.

Selain itu, Utan Kemayoran juga memiliki fasilitas yang dapat digunakan oleh publik seperti amphitheater, menara pandang, hingga penangkaran burung dan kupu-kupu.

Comment