Prof Qasim Mathar: Saya Lebih Milenial dari Generasi Milenial

Launching Insting Institute dan Temu Ide-Gagasan Pemuda Sulsel (Starting Poin Sulsel, 2020-2023).

Launching Insting Institute dan Temu Ide-Gagasan Pemuda Sulsel (Starting Poin Sulsel, 2020-2023).

Makassar, PANRITA.News – Generasi Y atau yang lebih akrab disebut dengan nama generasi milenial saat ini merupakan generasi yang dianggap sangat berperan penting bagi masa depan.

Generasi milenial juga disebut sebagai manusia hidup penuh dengan kreativitas dengan ditunjang kecanggihan teknologi.

Menanggapi generasi milenial tersebut, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof Moh Qasim Mathar mengkritik mereka yang merasa bangga sebagai milenial karena sering melupakan definisi milenial itu sendiri.

Hal itu disampaikan saat kegiatan Launching dan Temu Ide-Gagasan Pemuda Sulsel, (Starting Poin, 2020-2023) dengan tema “Menata Ruang Berfikir untuk Pembangunan SDM Maju”.

Kegiatan yang dilaksanakan Insting Institute di Amaris Hotel, Senin (23/12/2019) ini diikuti oleh kaum muda yang juga disebut generasi milenial.

Qasim Mathar menjelaskan bahwa generasi milenial tak bisa hanya diukur dari segi usianya saja namun disertai juga dengan akhlak milenial.

“Dari definisi para ahli tentang milenial itu bisa dilihat dari kecepatan, akurasi atau ketepatan, berjejaring dan bebas di tengah kemajuan teknologi. Tanpa akhlak milenial seperti itu meskipun berada pada usia generasi milenial belum tentu sikap dan karakternya milenial.” jelasnya.

Bukan hanya mengkritik kondisi milenial, yang lebih mengejutkan Qasim Mathar juga bahkan mengatakan dirinya lebih milenial dari generasi milenial.

“Saya lebih milenial dari anda generasi milenial, buktinya saya selalu berusaha untuk menjalani akhlak milenial itu dengan menggunakan Smartphone, selain itu buktinya saya juga datang lebih tepat waktu dari anda semua (peserta),” ujar pembina Pesantren Matahari Moncongloe Maros ini disertai tepuk tangan peserta.

Di tengah kemajuan teknologi itu, Menurut Qasim Mathar, generasi milenial mestinya sudah sangat kuat dan bisa bekerja cepat dan cerdas.

“Generasi milenial itu juga sangat kuat, dia bisa bekerja keras dan selalu mencari teman dan ingin bekerja sama yang hasilnya tentu bisa lama kita nikmati dari pada bekerja seorang diri. apakah saudara seperti itu?,” ujarnya.

“Selain itu, yang harus dilakukan generasi milenial adalah membaca masa depan, tapi kalau tidak bisa jadi milenial, jangan hidup di zaman milenial, seharusnya anda hidup di era tahun seribuan saja,” pungkasnya.

Selain Qasim Mathar, hadir pula sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Ketua MW Kahmi Sulsel Moh Roem, Anak Lorongna Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto serta Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah.

Comment