Syamsul Bahri Ajak Pemerintah dan Pemuda Bersinergi Tingkatkan IPP Sulsel

Makassar, PANRITA.News – Tepat hari ini, 28 Oktober 2019, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91. Hari besar nasional ini dikenal sebagai cikal bakal lahirnya pergerakan nasional sebelum negara Republik Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Mengingat momentum itu, sejumlah pemuda memiliki harapan tersendiri dalam peringatan tersebut. Salah satunya diungkapkan oleh pengurus harian Bidang Otonomi Daerah DPD KNPI Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri.

Syamsul menilai pemuda saat ini memiliki tantangan besar dalam meretas masalah disintegrasi kebangsaan, di tengah ketatnya persaingan global. Menurutnya, seluruh elemen kepemudaan perlu bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun Sumber Daya Manusia.

“Kedepan, pemuda di Sulsel harus mampu mengejar dan menaikkan Indeks  Pembangunan Pemuda. Salah satu jalannya tentu dengan melakukan konsolidasi dan sinergitas dalam meningkatkan daya saing pemuda di Sulawesi Selatan”, jelas Syamsul usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Rumah Jabatan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (28/10/2019).

Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Sulsel

Sebagai informasi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 2017 merilis, IPP Sulsel pada tahun 2016 hanya meningkat setengah poin IPP. Hal ini menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan tergolong dalam kelompok ‘Lima Terbawah’ pembangunan pemuda pada tahun 2016.

Keadaan ini menunjukkan, relatif terhadap di provinsi-provinsi lainnya,  pembangunan pemuda di provinsi ini kurang terakselerasi. Domain pendidikan serta gender dan diskriminasi tidak menunjukkan perubahan indeks.

Sementara itu, domain kesehatan dan kesejahteraan justru menurun  kinerjanya dalam 2015-2016. Dalam domain ini, indikator pemuda korban kejahatan dan kehamilan remaja memburuk. Nilai sub-indeks indikator yang pertama turun satu poin dari poin delapan ke poin tujuh, sebagaimana  juga nilai sub-indeks indikator yang kedua, dari poin tujuh ke poin enam.

Dalam domain lapangan dan kesempatan
kerja terjadi kenaikan indeks. Kendati salah
satu indikatornya-pemuda wirausaha (white
collar) – mengalami penurunan kinerja,
indikator lainnya-tingkat pengangguran-
justru membaik. Pemuda wirausaha turun
cukup dalam, dari 0,35 persen ke 0,04 persen. Keadaan ini dapat dikompensasi oleh penurunan pengangguran dari 15 persen menjadi 11 persen.

Resultan dua keadaan ini membentuk perubahan positif indeks domain lapangan dan kesempatan kerja dari 35 menjadi 40 poin. Sulawesi Selatan sepatutnya dapat jauh lebih baik daripada keseluruhan capaian ini, mengingat dalam Indeks Pembangunan Manusia Sulsel justru lebih berkinerja.

Merespon hal itu, Syamsul berharap pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan  pemuda sebagai mitra strategis dalam menjawab tantangan tsersebut.

“Tentunya kami berharap kepada bapak Gubernur untuk senantiasa sejalan dengan pemuda, baik yang ada di OKP atau ormas dan terkhusus yang ada di KNPI Sulsel dalam rangka pembangunan pemuda di Sulawesi Selatan ini”, imbuhnya.

Tinggalkan Komentar