Sebar Ujaran Kebencian di Medsos, PNS Bisa Dipecat

Ilustrasi PNS.

Jakarta, PANRITA.News -Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang keras untuk menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Bukan cuma itu, menyebarluaskan atau menanggapi pernyataan ujaran kebencian di media sosial. Misalnya, PNS memberikan likes atau love, bahkan mengomentari sebuah postingan nyinyir sebagai dukungan, bisa membuat ASN dihukum.

Hukumannya pun sudah jelas, akan diberi sanksi mulai dari peringatan lisan hingga paling berat bisa dipecat.

Aturan tersebut, pemerintah sebenarnya telah melarang Aparatur Sipil Negara sejak tahun lalu.

Kelapa Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan aturan tersebut sudah diedarkan sejak tahun lalu pada 31 Mei 2018.

“Berdasarkan PP Nomor 42/2004 tentang Kode Etik PNS dan PP Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS, (media sosial) itu bisa menjadi subjek pengawasan dan harus dilakukan,” katanya seperti dikutip dari Bisnis, Selasa (15/10/2019).

Surat edaran ini dikeluarkan setelah BKN memantau banyaknya aduan masuk tentang ASN menyebarkan ujaran kebencian serta tidak netral. Ujaran kebencian tersebut meliputi SARA termasuk menyampaikan hate speech terkait kontestasi politik.

Surat edaran itu dinilai cukup penting. Pasalnya, sesuai UU Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara, ASN berfungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

“Kalau ASN bersibuk-sibuk like and dislike segala macam, kapan dia akan menjalankan fungsi itu,” tegas Ridwan.

Tinggalkan Komentar