Makassar, PANRITA.News – Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah mengunjungi Dicky Wahyudi seorang mahasiswa demonstran yang dirawat di RS Ibnu Sina Makassar, Minggu (29/9/2019).
Dicky Wahyudi, merupakan mahasiswa semester tiga Fakultas Hukum, Universitas Bosowa (Unibos) yang tertabrak kendaraan taktis Polisi saat hendak membubarkan diri dari lokasi aksi mahasiswa, Jumat (28/9) malam.
Selain Gubernur juga hadir Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe dan Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb.
Gubernur menyatakan bahwa kedatangannya bersama Kapolda dan Wali Kota merupakan bentuk keprihatinan.
“Ini wujud keprihatinan kita kepada anak-anak kita yang mengalami cidera,” kata Nurdin Abdullah.
Nurdin pun mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan masyarakat. Namun ia berharap agar disampaikan dengan dama dan tertib.
“Saya juga imbauan kepada kita semua, kita jaga Sulsel, kita jaga bersama kalau bisa kita sudah akhiri semua unjuk-unjuk rasa, kita rubah menjadi dialogis,” katanya.
Jika ada keputusan yang belum bisa diterima Ia mengajak duduk bersama-sama untuk dibicarakan dengan kepala dingin.
Ia menyampaikan kekhawatirkannya. Aksi yang awalnya murni aspirasi yang ingin disampaikan dengan berdemo dengan cara damai. Namun kemudian berubah menjadi aksi yang tidak terkontrol.
“Kita tidak bisa antisipasi orang-orang yang punya niat-niat kurang baik,” sebutnya.
Untuk itu dengan tangan terbuka, Nurdin menyampaikan dirinya bersama Kapolda Sulsel siap menerima aspirasi mereka. “Datanglah kepada kami, ke Pak Kapolda, Pak Gubernur kita selesaikan bersama dengan cara-cara yang lebih santun,” ujarnya.
Terkait jika masih ada aksi selanjutnya, Nurdin menyebutkan baik Pemprov, Polda Sulsel, Forkopimda Sulsel telah membuat sebuah konsep. Dimana BEM, rektor dan tokoh-tokoh masyarakat, dapat duduk bersama bersama menyelesaikan persoalan.
“Apa lagi Bapak Presiden sudah membuat pernyataan, bahwa kita akan tinjau kembali RUU KUHP itu sudah ditunda, Undang-Undang KPK juga lagi dikaji, supaya semua transparan jangan kita menduga-duga saja,” paparnya.

Comment